Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

Boy Thohir Mundur dari ADRO, Fokus Filantropi Lewat YABN

94
×

Boy Thohir Mundur dari ADRO, Fokus Filantropi Lewat YABN

Sebarkan artikel ini
Boy Thohir Mundur dari ADRO, Fokus Filantropi Lewat YABN
Boy Thohir resmi mundur dari jabatan Presiden Direktur ADRO untuk fokus ke Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) demi kontribusi sosial.

Boy Thohir Menepi dari Dunia Bisnis, Fokus ke Yayasan Amanah Bangun Negeri

JAKARTA, BursaNusantara.com – Garibaldi Thohir atau Boy Thohir tampak hadir tergopoh-gopoh namun sumringah dalam sebuah acara yang sarat makna pada Kamis (12/6).

Ia menyapa para tamu yang disebutnya sebagai sahabat lama, sekaligus menyampaikan keputusan penting dalam hidupnya.

Sponsor
Iklan

Boy mengumumkan bahwa dirinya akan mengurangi peran dalam operasional bisnis PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (IDX:ADRO) untuk lebih fokus pada aktivitas filantropi melalui Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).

Pertemuan dengan Bill Gates Jadi Titik Balik

Momen bersama Bill Gates dan Presiden Prabowo Subianto menggugah Boy secara mendalam. Ia mengaku terinspirasi dari dedikasi Gates yang mendorongnya merenung soal kontribusi pribadi bagi Indonesia.

Ia kemudian berdiskusi dengan para kolega seperti TP Rachmat, Edwin Soeryadjaja, serta Christian Ariono Rachmat.

Niat Boy untuk menepi mendapat sambutan hangat dari mereka yang memiliki semangat serupa dalam kegiatan sosial.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ADRO pada 2 Juni 2025, Boy resmi mundur dari jabatan Presiden Direktur dan bergeser menjadi Wakil Presiden Komisaris.

Posisi itu sebelumnya ditempati oleh Ario yang kini menjabat sebagai Komisaris ADRO.

Mundur Tapi Tidak Pergi dari ADRO

Nama Boy Thohir begitu lekat dengan ADRO, terlebih sejak akuisisi dari New Hope Australia lebih dari dua dekade lalu.

Maka tak heran bila keputusan mundurnya sempat mendapat penolakan dari 14% pemegang saham yang hadir.

Namun Boy menegaskan bahwa ADRO akan tetap dikelola secara profesional.

Ia tetap berada di lingkaran manajemen sebagai Wakil Presiden Komisaris untuk memastikan kelangsungan visi perusahaan.

Ia juga mengutip wejangan para mentornya, Edwin Soeryadjaya dan TP Rachmat, soal pentingnya regenerasi kepemimpinan.

“Pemimpin yang hebat adalah yang mampu menciptakan pemimpin baru,” ujarnya.

Dedikasi untuk Anak dan Negeri

Alasan lain di balik mundurnya Boy adalah keinginannya untuk lebih dekat dengan keluarga. Ia ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk anak-anaknya yang kini mulai dewasa.

Tak hanya keluarga, Boy juga ingin berkontribusi lebih besar kepada masyarakat, khususnya dalam sektor-sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Ia melihat masih banyak warga Indonesia yang membutuhkan uluran tangan, mulai dari akses gizi, pendidikan berkualitas, hingga kemandirian ekonomi dan pangan.

Transformasi YABN, Amanah Jadi Identitas Baru

Dalam momen yang sama, Grup Adaro resmi mengganti nama Yayasan Adaro Bangun Negeri menjadi Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).

Perubahan ini diumumkan di Braserrie Senayan Avenue, Jakarta, Kamis (12/6).

Nama “Amanah” dipilih untuk mencerminkan nilai dasar yang akan menjadi fondasi seluruh aktivitas yayasan.

Boy menyebut amanah sebagai prinsip utama dalam menjalankan bisnis maupun kegiatan sosial.

Transformasi ini sekaligus menyesuaikan entitas dengan struktur baru Grup Adaro yang kini memiliki Alamtri Resources Indonesia (Alamtri) dan Adaro Andalan Indonesia (AADI) sebagai entitas kunci.

Peran Strategis YABN dalam CSR Grup Adaro

Sejak berdiri pada 2009, yayasan ini berperan penting sebagai payung CSR bagi seluruh anak usaha Adaro.

YABN juga menjalin kolaborasi strategis dengan yayasan-yayasan pemegang saham seperti Triputra, William Suryajaya, Mochammad Thohir, dan Beni Subianto.

Sinergi ini diharapkan dapat memperluas dampak sosial dari program-program CSR Adaro Group secara lebih berkelanjutan.

Dalam arah barunya, YABN akan fokus pada lima bidang utama: ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan pelestarian lingkungan.

Kontribusi Nyata untuk Wilayah Operasional

Boy menegaskan bahwa YABN bukan hanya simbol sosial dari Grup Adaro, tetapi juga wujud nyata kontribusi mereka kepada masyarakat.

Fokus utama tetap diarahkan ke wilayah-wilayah operasional perusahaan yang membutuhkan sentuhan sosial.

Dengan semangat regenerasi dan nilai amanah, Boy berharap kiprah YABN akan memberi manfaat yang luas dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Boy tidak benar-benar meninggalkan dunia bisnis, tapi ia tengah menyusun babak baru yang lebih bermakna membangun negeri dari sisi yang lebih personal dan berkelanjutan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.