Geser Kebawah
Ekonomi Makro

Produksi Minyak RI Tembus 610.000 Bph, Target Lifting Dikejar

74
×

Produksi Minyak RI Tembus 610.000 Bph, Target Lifting Dikejar

Sebarkan artikel ini
Produksi Minyak RI Tembus 610.000 Bph, Target Lifting Dikejar
Produksi minyak RI naik jadi 610.000 barel per hari. Pemerintah targetkan 1 juta bph dan 12 miliar kaki kubik gas pada 2030.

Produksi Migas Nasional Meningkat, Pemerintah Genjot Target 2030

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia terus mempercepat peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) demi mengejar target lifting 1 juta barel minyak per hari (bph) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030.

Langkah ini menjadi fokus strategis nasional di tengah fluktuasi harga energi global dan kebutuhan pasokan dalam negeri.

Sponsor
Iklan

Saat ini, produksi minyak Indonesia telah menembus angka 610.000 bph. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kuartal I-2025 yang hanya mencapai sekitar 580.000 bph.

Produksi Minyak Meningkat dari Kuartal Sebelumnya

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menjelaskan bahwa produksi nasional terus mengalami tren kenaikan.

“Yang tadinya tingkat produksi kita sekitar 560.000-570.000 barel per hari, sekarang rata-rata sudah di atas 610.000 barel per hari,” ujar Yuliot dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (13/6).

Peningkatan ini dinilai sebagai langkah awal yang positif untuk mendekati target jangka panjang yang telah ditetapkan pemerintah. Pemerintah sendiri dalam APBN 2025 menetapkan target lifting minyak sebesar 605.000 bph.

Target untuk gas bumi pun tidak kalah ambisius, yakni mencapai 1,005 juta barrel oil equivalent per day (boepd).

Peran Strategis Blok Cepu dan Proyek BUIC

Dorongan signifikan terhadap produksi minyak nasional datang dari lapangan Banyu Urip Infill Plastic (BUIC) di Blok Cepu. Proyek ini dijadwalkan akan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dari tujuh sumur pengeboran baru di proyek BUIC, pemerintah memperkirakan akan ada tambahan produksi sebesar 30.000 bph.

Sebelum pengembangan ini, produksi minyak siap jual dari ExxonMobil, selaku operator Blok Cepu, berada di kisaran 155.000 hingga 160.000 bph.

Dengan tambahan kapasitas dari BUIC, produksi ExxonMobil diproyeksikan naik menjadi 185.000 hingga 190.000 bph. Angka tersebut bahkan melebihi target pemerintah yang ditetapkan untuk 2026, yaitu sebesar 150.000 bph.

Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan

Pemerintah menyadari tantangan yang dihadapi dalam upaya mencapai target lifting migas 2030, mulai dari hambatan teknis hingga fluktuasi harga minyak global.

Namun dengan adanya peningkatan produksi saat ini, optimisme kembali menguat bahwa strategi investasi dan pengembangan sumur baru akan membuahkan hasil jangka panjang.

Kementerian ESDM menyatakan akan terus memantau implementasi proyek-proyek migas strategis dan mendukung langkah korporasi migas seperti ExxonMobil dalam mendongkrak produksi nasional.

Langkah agresif pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan memperbesar kontribusi migas terhadap perekonomian nasional.