MDKA Diprediksi Jadi Raja Emas Berkat Proyek Pani
JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX:MDKA) diramal bakal cemerlang, seiring pengembangan tambang emas Pani yang menjanjikan produksi besar.
Broker-broker papan atas menilai prospek MDKA semakin kuat, didorong oleh bisnis nikel solid serta peluang emas yang semakin mengilap.
Riset Phintraco Sekuritas menunjukkan bahwa pendapatan MDKA tahun penuh mencapai US$ 2,24 miliar. Angka ini tumbuh 31,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 1,71 miliar pada FY23.
Kontributor terbesar berasal dari segmen nikel yang menyumbang 82,4% dari total pendapatan. Bisnis ini dikelola melalui anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX:MBMA).
Smelter Efisien, Margin Nikel MDKA Menguat
Efisiensi tiga smelter rotary kiln electric furnace MBMA memberikan dampak signifikan pada struktur biaya.
Phintraco mencatat bahwa biaya produksi nickel pig iron (NPI) berhasil ditekan 6,86% menjadi US$ 10,037 per ton pada kuartal IV 2024.
Meski harga jual rata-rata NPI turun 1,28% menjadi US$ 11,887 per ton, margin naik signifikan hingga 46,3% atau US$ 1.850 per ton.
Produksi Emas Naik, Margin Cash Gold Menguat
Selain nikel, lini bisnis emas juga mencatat performa kuat. Produksi emas Tujuh Bukit (TB Gold) pada kuartal IV 2024 mencapai 35,82 ribu oz, naik 21,41% secara tahunan.
Harga jual rata-rata emas naik 11,06% menjadi US$ 2,672 per oz, didorong ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi.
Momentum ini dimanfaatkan optimal oleh MDKA. Alhasil, realisasi margin cash emas naik 16,71% secara kuartalan menjadi US$ 1,697 per oz.
Tambang Emas Pani Jadi Andalan Baru MDKA
Proyek tambang emas Pani menjadi motor pertumbuhan baru bagi MDKA ke depan.
Phintraco menulis bahwa produksi dari tambang Pani ditargetkan mencapai 500 ribu oz per tahun saat beroperasi penuh. Angka ini menjadikannya salah satu tambang emas terbesar di Indonesia.
Saat ini, progres proyek telah mencapai 33% dan direncanakan memasuki tahap uji coba pada 2025, dengan produksi pertama dijadwalkan pada 2026.
Proyeksi Produksi Tetap Tumbuh Tahun Ini
Selama 2025, produksi TB Gold diproyeksikan mencapai 100–110 ribu oz. Biaya produksi diperkirakan tetap kompetitif, di kisaran US$ 1.100–1.200 per oz.
Sementara itu, tambang tembaga Wetar ditargetkan menghasilkan 11–13 ribu ton tembaga per tahun, dengan cash cost ditekan hingga US$ 1,6 per lb.
Bisnis Nikel Fokus Produksi Efisien
Segmen nikel akan tetap menjadi tumpuan utama dengan strategi efisiensi biaya dan peningkatan margin.
MDKA menargetkan produksi NPI antara 80–87 ribu ton per tahun. Biaya produksi dijaga di bawah US$ 11 ribu per ton untuk menjaga profitabilitas.
Strategi ini dinilai memberikan ketahanan terhadap fluktuasi harga komoditas dan menciptakan pendapatan yang seimbang.
Prospek Cerah, Nilai Wajar Saham Rp 2.510
Phintraco menggunakan metode valuasi sum of the parts (SOTP) dengan asumsi required rate of return 9,2% dan terminal growth 1,46%.
Hasilnya, nilai wajar saham MDKA diperkirakan berada di Rp 2.510 per saham. Estimasi ini mencerminkan rasio EV/EBITDA 10 kali dan PBV 2,66 kali.
Prospek ini ditopang optimalisasi fasilitas AIM dan HPAL, serta kontribusi proyek Pani dan Tujuh Bukit Tembaga.
MDKA Siap Lakukan Private Placement
Dalam rangka memperkuat struktur permodalan, MDKA berencana menerbitkan 2,45 miliar saham baru lewat skema private placement (PMTHMETD III).
Tujuan penerbitan saham ini adalah untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan proyek.
[tradingview_chart symbol=”IDX:MDKA” height=”360″ theme=”light”]
Namun, saham MDKA tetap memiliki beberapa risiko. Di antaranya adalah volatilitas harga nikel, potensi keterlambatan ekspansi proyek, serta risiko kenaikan suku bunga pinjaman.
Phintraco menyimpulkan bahwa diversifikasi bisnis yang kuat, efisiensi biaya, dan strategi pengembangan agresif membuat MDKA layak dipantau investor jangka panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












