Geser Kebawah
BisnisInfrastruktur

WSKT Raup Kontrak Baru Rp1,4 T dan Pangkas Utang 18,8%

142
×

WSKT Raup Kontrak Baru Rp1,4 T dan Pangkas Utang 18,8%

Sebarkan artikel ini
WSKT Raup Kontrak Baru Rp1,4 T dan Pangkas Utang 18,8%
Waskita Karya (WSKT) bukukan kontrak baru Rp1,4 triliun hingga Juni 2025 dan berhasil memangkas total utang jadi Rp68,14 triliun lewat transformasi menyeluruh.

Transformasi Agresif Waskita: Kontrak Baru Tumbuh, Beban Utang Menyusut Tajam

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Waskita Karya Tbk (IDX:WSKT) memasuki paruh kedua 2025 dengan pencapaian signifikan lewat akumulasi kontrak baru senilai Rp1,4 triliun.

Mayoritas nilai kontrak tersebut berasal dari proyek konstruksi gedung di sejumlah daerah, termasuk Gedung DPRD DIY, RSUD Akhmad Berahim di Kalimantan Utara, dan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kalimantan Barat.

Sponsor
Iklan

Direktur Keuangan Waskita, Wiwi Suprihatno, menyebutkan bahwa perusahaan saat ini tengah menangani 52 proyek aktif yang tersebar di berbagai pulau.

Jenis proyek yang dikerjakan meliputi pembangunan infrastruktur konektivitas hingga proyek sumber daya air seperti bendungan dan irigasi.

Beberapa proyek strategis nasional turut digarap, seperti LRT Velodrome-Manggarai, Tol Palembang-Betung, serta Bendungan Jragung.

Fokus Baru: Proyek Selektif dan Skema Pembayaran Bulanan

Waskita mengaku makin berhati-hati sebelum mengambil proyek baru dengan lebih menekankan analisa risiko dari awal.

Seluruh proyek kini ditelaah oleh Komite Manajemen Konstruksi untuk memastikan aspek finansial dan potensi risikonya tetap terkendali.

Wiwi menegaskan bahwa strategi baru perusahaan kini memprioritaskan proyek berjangka pembayaran bulanan dan disertai uang muka.

Baru-baru ini, WSKT juga berhasil mengamankan proyek baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) senilai Rp396,6 miliar.

Proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Paket D di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) 1B-1C IKN, Kalimantan Timur.

Langkah ini dinilai strategis karena menunjukkan keterlibatan Waskita dalam proyek-proyek nasional prioritas yang didukung pemerintah.

Dampak Restrukturisasi: Utang Menyusut, Arus Kas Lebih Leluasa

Transformasi struktural WSKT tak sekadar sebatas kontrak baru, namun juga menyasar stabilitas arus kas lewat restrukturisasi besar-besaran.

Waskita sebelumnya memperoleh persetujuan restrukturisasi dari 22 bank melalui Master Restructuring Agreement (MRA) dan KMKP 2021.

Outstanding utang restrukturisasi yang mencapai Rp31,65 triliun telah dinyatakan efektif sejak Oktober 2024.

Dengan implementasi MRA terbaru, perseroan kini memiliki keleluasaan dalam pengelolaan cash waterfall dan arus kas operasional.

Wiwi mengungkapkan bahwa fleksibilitas tersebut sangat krusial untuk menjamin kelancaran operasional hingga pembayaran kewajiban pajak dan vendor.

Selama 2024, pembayaran pajak yang dilakukan Waskita mencapai Rp2,9 triliun atau tumbuh 116,05% dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan Utang Vendor dan Total Liabilitas

Upaya Waskita menurunkan utang juga berdampak nyata terhadap kewajiban kepada rekanan proyek yang sempat menumpuk sejak 2022.

Utang kepada vendor yang telah jatuh tempo berkurang drastis sebesar 84%, dari sebelumnya Rp2,1 triliun menjadi Rp340 miliar pada kuartal I 2025.

Sementara itu, total utang korporasi juga menunjukkan penurunan signifikan sebesar 18,8%.

Dari total utang Rp84 triliun, Waskita kini berhasil memangkasnya menjadi Rp68,14 triliun hingga kuartal pertama tahun ini.

Wiwi menekankan bahwa Waskita tetap berkomitmen penuh untuk memenuhi semua kewajiban keuangan kepada kreditur.

Hal ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan ke depan.

Strategi Jangka Panjang: Core Business dan SDM Bersertifikat

Ke depan, WSKT akan berfokus penuh pada transformasi menyeluruh demi menciptakan perusahaan yang lebih efisien dan profesional.

Wiwi menjelaskan bahwa arah strategis perusahaan kini diarahkan untuk kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni.

Waskita tidak lagi akan agresif masuk ke proyek investasi yang memiliki risiko keuangan jangka panjang.

Langkah ini ditopang oleh upaya memperkuat tata kelola menyeluruh serta peningkatan kualitas SDM internal.

Wiwi menyebut bahwa proses sertifikasi pegawai menjadi agenda prioritas dalam transformasi sumber daya manusia.

Waskita meyakini bahwa hanya dengan SDM unggul dan tata kelola solid, perseroan dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Perusahaan juga terus membangun budaya kerja baru yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim industri konstruksi nasional.

Waskita menempatkan keberlanjutan bisnis sebagai agenda jangka panjang melalui efisiensi, fokus, dan profesionalitas.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa WSKT tak hanya fokus mengejar kontrak, tapi juga memantapkan pondasi internalnya secara menyeluruh.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.