IHSG Terkoreksi, Peluang Rebound Saham LSIP GJTL PGEO Menguat
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan dengan tekanan berat, dibuka melemah 1,22% ke level 6.823,81 pada Senin, 23 Juni 2025.
Meski koreksi terjadi cukup tajam, sinyal teknikal menunjukkan pasar berada dalam fase jenuh jual ekstrem yang membuka peluang rebound dalam waktu dekat.
IHSG Oversold, Swing Trader Waspadai Zona Reversal
IHSG masih dalam tren naik terbatas dengan slope 19,88 dan kekuatan tren kuat (r-squared 0,756), namun volatilitas tergolong moderat di 1,16.
Level resistance berada pada kisaran 6.954–6.995, sementara support kunci ada di zona 6.866–6.819.
Indikator teknikal seperti RSI (4,42), MFI (4,80), W%R (–84,96), dan CMO (–91,17) mengindikasikan tekanan jual ekstrem.
Situasi ini mengarah pada potensi technical rebound jika volume perdagangan mendukung pembalikan arah harga.
Level kritikal 6.800 menjadi batas psikologis yang harus diamati untuk validasi arah pasar.
Strategi Wait & See: Pantau Volume dan Candle Reversal
Analis Mirae Asset Sekuritas, Tasrul Tannar menyarankan strategi wait & see sambil memantau sinyal volume serta candle pembalikan yang signifikan.
Dengan kondisi pasar yang jenuh jual namun stabil, rebound bisa muncul tiba-tiba jika didukung konfirmasi teknikal.
Investor direkomendasikan fokus pada saham-saham pilihan yang menunjukkan tekanan jual ekstrem namun memiliki pola rebound yang solid.
Tiga saham dengan potensi rebound yang disorot hari ini adalah saham LSIP, saham GJTL, dan saham PGEO.
Saham LSIP: Tren Naik Kuat, Oversold Ekstrem
Saham LSIP (PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk) memperlihatkan tren positif dengan slope 4,55 dan r-squared 0,838.
Harga bergerak stabil dalam rentang sempit, dengan resistance 1.235–1.250 dan support kuat di 1.195–1.170.
Indikator RSI (4,25), MFI (3,72), dan CMO (–91,51) menunjukkan kondisi jenuh jual ekstrem yang membuka peluang rebound teknikal.
Level cut loss ditetapkan di 1.165 untuk menghindari penurunan lebih lanjut jika sinyal gagal terkonfirmasi.
Support: Rp 1.195
Resistance: Rp 1.235
Rekomendasi: Buy on weakness
Saham GJTL: Aktivitas Perdagangan Meningkat, Tren Lemah
Saham IDX:GJTL (PT Gajah Tunggal Tbk) menunjukkan tren lemah dengan slope 4,19 dan r-squared 0,686.
Resistance berada di 1.115–1.130, sementara support teknikal berada di 1.075–1.050.
Meski tren belum meyakinkan, indikator RSI (16,79), W%R (–74,54), dan MFI (0,26) memperlihatkan tekanan jual sangat dalam.
Level cut loss disarankan di 1.040 jika tidak muncul konfirmasi pembalikan harga.
Support: Rp 1.075
Resistance: Rp 1.115
Rekomendasi: Buy on weakness
Saham PGEO: Potensi Breakout di Tengah Volatilitas Tinggi
Saham PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy Tbk) memperlihatkan tren naik moderat dengan slope 21,35 dan r-squared 0,797.
Harga bergerak dalam volatilitas tinggi dengan resistance 1.455–1.485 dan support di kisaran 1.390–1.360.
Indikator RSI (6,86), MFI (8,04), dan CMO (–86,28) menandakan tekanan jual ekstrem yang bisa memicu pembalikan arah teknikal.
Cut loss level di 1.350 ditetapkan untuk mengelola risiko jika rebound gagal terbentuk.
Support: Rp 1.360
Resistance: Rp 1.485
Rekomendasi: Buy on weakness
Rebound IHSG Bergantung Pada Validasi Teknis
IHSG yang saat ini oversold secara ekstrem butuh validasi berupa volume dan candle reversal untuk menegaskan arah baru.
Dengan saham LSIP, saham GJTL, dan saham PGEO berada di zona jenuh jual teknikal, peluang rebound jangka pendek patut dimanfaatkan secara selektif.
Pasar sedang berada di titik kritis, dan strategi berbasis swing trading bisa dimaksimalkan dengan disiplin pengelolaan risiko.
Pantau terus volume harian dan pola teknikal karena konfirmasi sangat krusial untuk menentukan arah lanjutan pergerakan indeks maupun saham pilihan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











