Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Direktur Induk CDIA Borong Saham TPIA, Sentimen IPO Makin Panas

159
×

Direktur Induk CDIA Borong Saham TPIA, Sentimen IPO Makin Panas

Sebarkan artikel ini
Direktur Induk CDIA Borong Saham TPIA, Sentimen IPO Makin Panas
Raymond, Direktur Induk CDIA, kembali akumulasi saham TPIA jelang IPO anak usahanya, CDIA. Aksi ini sinyalkan optimisme internal pada kinerja jangka panjang.

Direktur TPIA Tambah Porsi Saham Jelang IPO Anak Usaha CDIA

JAKARTA, BursaNusantara.com – Direktur dari induk emiten CDIA yang segera melantai di bursa, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), kembali melakukan aksi pembelian saham perseroan di tengah sentimen pasar yang memanas menjelang IPO anak usahanya.

Raymond tercatat membeli 50.000 lembar saham TPIA pada Rabu (25/6) dengan harga Rp9.300 per saham.

Sponsor
Iklan

Pembelian tersebut dilakukan melalui transaksi langsung di pasar reguler.

Raymond bukan pertama kali melakukan aksi beli ini.

Sebelumnya, ia telah mengakumulasi 100.000 saham TPIA pada 11 Februari 2025 di rentang harga Rp6.600–Rp6.625.

Total kepemilikan saham Raymond di TPIA kini mencapai 2.050.000 lembar atau setara 0,00236% dari modal disetor.

Aksi ini mengindikasikan keyakinan kuat dari internal terhadap prospek TPIA dan anak usahanya CDIA.

“Tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi, dengan status kepemilikan langsung,” ujar Erri Dewi Riana, General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA.

Aksi Beli Direksi, Sinyal atau Strategi?

Dalam konteks pasar modal, aksi beli oleh jajaran direksi lazim dianggap sebagai sinyal positif.

Langkah Raymond dinilai sebagai bentuk keberpihakan pada nilai fundamental jangka panjang TPIA.

Di saat harga saham TPIA mulai bergerak naik, aksi Raymond juga bisa dibaca sebagai penegasan bahwa valuasi perusahaan masih dinilai menarik.

Kenaikan harga saham dari Rp6.600 di Februari ke Rp9.300 di Juni menunjukkan tren pemulihan pasca konsolidasi di sektor petrokimia.

Dengan kata lain, kepercayaan direksi tak hanya simbolik, tapi juga oportunistik.

Namun, di balik sinyal tersebut, tersirat strategi akumulasi menjelang aksi korporasi besar.

IPO CDIA: Momen Krusial Sang Induk

Sebagai induk dari PT Chandra Daya Investasi Asia (CDIA), langkah TPIA sangat strategis dalam menyambut IPO anak usahanya.

IPO CDIA yang dinanti-nantikan pasar menambah bobot sentimen positif pada TPIA sebagai holding.

CDIA disebut-sebut akan menjadi kendaraan diversifikasi bisnis TPIA ke sektor energi baru dan petrokimia hijau.

Dengan demikian, TPIA tak hanya memperluas sumber pendapatan tetapi juga memperkuat daya saing di industri global.

Aksi beli saham yang dilakukan Raymond, selaku direktur di TPIA, mempertegas sinyal bahwa IPO CDIA akan menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan grup secara keseluruhan.

Dukungan dari manajemen dalam bentuk kepemilikan langsung memberi kepercayaan tambahan bagi investor ritel maupun institusi.

Valuasi Saham TPIA dan Momentum Akumulasi

Jika menilik dari sudut valuasi, harga saham TPIA mengalami apresiasi hampir 41% sejak pembelian Raymond pada Februari lalu.

Kenaikan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap peningkatan kinerja operasional dan restrukturisasi portofolio bisnis.

Pasar pun menilai bahwa TPIA berada dalam jalur pemulihan yang tepat di tengah tantangan globalisasi rantai pasok.

Akumulasi saham oleh Raymond kemungkinan dilakukan bukan hanya untuk mendapat gain modal, melainkan sebagai bentuk partisipasi dalam momentum jangka panjang.

Apalagi, peningkatan kepemilikan saham oleh internal di tengah sentimen IPO anak usaha memperkuat tesis bahwa valuasi saat ini belum mencerminkan nilai masa depan.

Sentimen Positif dari Internal, Pasar Makin Percaya Diri

Aksi pembelian saham oleh Raymond bisa disebut sebagai bagian dari storytelling strategis menjelang IPO CDIA.

Langkah ini akan memengaruhi persepsi pasar bahwa manajemen TPIA tidak hanya percaya pada potensi pertumbuhan bisnis, tetapi juga siap berinvestasi di dalamnya secara pribadi.

Dengan tambahan porsi saham menjadi 2.050.000 lembar, Raymond kini menjadi salah satu pemegang saham aktif yang turut menjaga sentimen positif di pasar.

Para investor tentu mencermati aksi ini sebagai referensi dalam menyusun strategi akumulasi mereka, terlebih dalam konteks jangka menengah ke panjang.

Langkah ini bukan sekadar formalitas kepemilikan, melainkan bagian dari orkestrasi kepercayaan pasar terhadap transformasi bisnis TPIA dan IPO CDIA yang menjulang di depan mata.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.