Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

JIHD Tak Bagi Dividen, Fokus Kembangkan Bisnis Properti Strategis

113
×

JIHD Tak Bagi Dividen, Fokus Kembangkan Bisnis Properti Strategis

Sebarkan artikel ini
JIHD Tak Bagi Dividen, Fokus Kembangkan Bisnis Properti Strategis Meta Deskripsi
JIHD putuskan tak bagikan dividen 2024, seluruh laba bersih Rp123,5 miliar dialihkan untuk ekspansi bisnis. Erick Hartanto masuk jajaran direksi baru.

Arah Baru JIHD: Laba Ditahan, Direksi Diperkuat

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Jakarta International Hotels & Development Tbk. (JIHD) resmi menangguhkan pembagian dividen tahun buku 2024 dan memilih menahan laba demi pengembangan strategis.

Langkah ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (26/6) dan baru dilaporkan kepada bursa Selasa (1/7).

Sponsor
Iklan

Keputusan tersebut disetujui mayoritas pemegang saham yang hadir, yakni 82,79% dari seluruh saham dengan hak suara sah.

Total laba bersih sebesar Rp123,5 miliar kini difokuskan untuk menopang ekspansi internal perusahaan, terutama dalam sektor properti yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis konglomerasi Aguan dan Tomy Winata itu.

Hendi Lukman selaku Corporate Secretary menyatakan bahwa RUPST juga menetapkan perubahan signifikan dalam susunan manajemen perseroan.

Erick Hartanto Resmi Masuk Direksi JIHD

Rapat juga mengesahkan penunjukan Erick Hartanto sebagai Direktur baru, efektif sejak rapat ditutup.

Masuknya Erick menjadi bagian dari strategi penyegaran struktur manajemen untuk memperkuat kapabilitas eksekusi bisnis.

JIHD kini diperkuat enam orang direktur aktif, dengan Presiden Direktur masih dijabat oleh Santoso Gunara.

Struktur manajemen baru diharapkan mampu menjawab tantangan persaingan bisnis properti pasca-pandemi yang makin kompleks.

Rekrutmen Erick juga mencerminkan sinyal JIHD untuk membuka jalan bagi regenerasi manajemen secara bertahap.

Tidak Bagi Dividen, JIHD Simpan Amunisi Ekspansi

Keputusan tidak membagikan dividen kerap menjadi sorotan investor, apalagi ketika laba bersih sudah cukup signifikan.

Namun bagi JIHD, langkah ini dilihat sebagai strategi konservatif yang menghitung potensi pengembalian jangka panjang lewat pertumbuhan nilai perusahaan.

Fokus terhadap pengembangan usaha mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap potensi sektor properti ke depan, terutama proyek-proyek strategis yang berada di bawah kendali entitas afiliasi.

Sinyal ekspansi ini juga memperkuat asumsi bahwa JIHD sedang mempersiapkan langkah lanjutan pasca-pandemi, mengingat portofolio hotel dan properti mereka sempat terpukul dalam dua tahun terakhir.

Langkah menahan dividen menjadi logis jika JIHD sedang mengkaji akuisisi aset baru atau memperluas kepemilikan lahan di pusat kota Jakarta.

Struktur Komisaris Kian Solid, Tomy Winata Tetap di Pucuk Pengawasan

JIHD juga mempertahankan susunan Dewan Komisaris dengan tetap menempatkan Tomy Winata sebagai Wakil Presiden Komisaris.

Sugianto Kusuma (Aguan) tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris dan memainkan peran penting dalam menjaga arah strategis perusahaan.

Posisi ini mempertegas bahwa pengawasan strategis JIHD masih berada di tangan dua tokoh utama konglomerasi yang dikenal punya portofolio besar di bidang properti dan infrastruktur.

Dengan keberadaan Komisaris Independen seperti Ku Siew Kuan dan Lidwina Ong, JIHD menunjukkan upaya menjaga transparansi serta keseimbangan tata kelola.

Kehadiran Hartono Tjahjadi Adiwana sebagai Wakil Presiden Komisaris kedua juga memperkuat fungsi check-and-balance internal.

Aguan & Tomy Jaga Kendali, Investor Tunggu Eksekusi Bisnis

Kombinasi Aguan dan Tomy Winata sebagai pengendali JIHD menciptakan struktur kekuasaan bisnis yang kuat namun tertutup.

Langkah strategis seperti tidak membagi dividen atau merekrut direktur baru bisa dibaca sebagai indikasi transformasi model bisnis di tubuh JIHD.

Para investor institusi maupun ritel kini mengamati langkah lanjutan yang akan diambil manajemen baru dalam beberapa bulan ke depan.

Kinerja keuangan yang solid belum cukup meyakinkan tanpa adanya roadmap ekspansi yang dipaparkan secara terbuka ke publik.

JIHD dituntut menunjukkan arah strategisnya dengan lebih konkret, terutama dalam menghadapi tantangan regenerasi pasar properti pasca IKN dan perubahan tren konsumsi ruang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.