Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Dua Emiten Baru ASPR & PSAT Siap Melantai di BEI 8 Juli 2025

71
×

Dua Emiten Baru ASPR & PSAT Siap Melantai di BEI 8 Juli 2025

Sebarkan artikel ini
Dua Emiten Baru ASPR & PSAT Siap Melantai di BEI 8 Juli 2025
Asia Pramulia (ASPR) dan Pancaran Samudera Transport (PSAT) siap IPO di BEI esok 8 Juli 2025, menyasar dana segar Rp300 miliar untuk ekspansi.

ASPR dan PSAT Siap IPO, Tambah Deretan Emiten Baru Tahun Ini

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru yang siap mencatatkan sahamnya pada Selasa, 8 Juli 2025.

Kedua perusahaan tersebut adalah PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dan PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), yang akan menjadi emiten ke-15 dan ke-16 yang melantai di bursa sepanjang tahun ini.

Sponsor
Iklan

Langkah keduanya menambah warna baru dalam sektor industri manufaktur kemasan dan logistik laut yang semakin ramai di pasar modal.

Asia Pramulia (ASPR) Andalkan Pelanggan Kelas Kakap

ASPR merupakan perusahaan yang bergerak di industri kemasan plastik rigid seperti botol, toples, dan container untuk berbagai kebutuhan industri.

Pelanggan ASPR tergolong kelas atas, seperti emiten grup Salim (INDF), Sinarmas (SMAR), Konimex, hingga perusahaan cat Nippon Paint.

ASPR memiliki dua fasilitas pabrik di Jawa Timur, yakni Surabaya dan Pasuruan, dengan pabrik Surabaya menjadi pusat utama yang menampung 23 unit mesin injection.

Dalam IPO ini, ASPR menawarkan harga perdana sebesar Rp124 per saham, yang merupakan harga tertinggi dalam rentang book building sebelumnya Rp118–Rp124.

Dari aksi ini, ASPR berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp100,7 miliar dengan melepas 812 juta saham atau setara 29,94% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sebanyak 50% dari dana hasil IPO setelah dikurangi biaya akan digunakan untuk pembelian mesin baru guna memperluas segmen pasar kemasan minuman, makanan, cat, kosmetika, kimia, dan farmasi.

Sisa dana digunakan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk biaya operasional, tenaga kerja tambahan, dan pembelian bahan baku utama seperti PET dan polypropylene.

Broker penjamin emisi adalah NH Korindo Sekuritas (XA) dan Panca Global Sekuritas (PG).

Pancaran Samudera Transport (PSAT) Bidik Logistik Tambang

PSAT merupakan pemain logistik laut nasional yang fokus pada jasa angkut dan muat barang dan komoditas tambang seperti batu bara, pupuk, dan nikel.

Perusahaan ini sudah terbiasa melayani klien besar seperti Kideco dan Vale Indonesia Tbk. (INCO), menjadikan reputasinya cukup solid di sektor logistik energi dan sumber daya.

Saat ini PSAT mengoperasikan 36 tugboat, 29 tongkang, dan 2 kapal bulk carrier yang digunakan untuk pengiriman mineral tambang dari dan ke berbagai pelabuhan nasional.

Harga saham perdana ditetapkan sebesar Rp900 per lembar, yang merupakan batas atas dari kisaran book building Rp850–Rp900 per saham.

Melalui penawaran umum perdana ini, PSAT menargetkan perolehan dana sebesar Rp200,1 miliar.

Dana hasil IPO direncanakan untuk ekspansi armada dan peningkatan operasional, seiring dengan meningkatnya permintaan jasa pengangkutan laut dari klien pertambangan besar.

Momentum IPO Jadi Sinyal Pemulihan Minat Pasar

Masuknya ASPR dan PSAT di pertengahan tahun menunjukkan geliat pasar modal Indonesia yang tetap atraktif meski masih dibayangi dinamika global.

Jadwal pencatatan keduanya jatuh pada 8 Juli 2025, setelah masa penawaran umum yang berlangsung dari 2–4 Juli dan penjatahan pada 4 Juli.

Distribusi saham dilakukan pada Senin, 7 Juli 2025, sebelum resmi tercatat di papan perdagangan BEI.

Investor ritel diharapkan mencermati potensi jangka panjang dari kedua emiten ini, terutama karena keduanya mengusung model bisnis berbasis permintaan industri primer dan konsumsi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan