Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Penjualan Komatsu UNTR Turun di Juni, Target Tahunan Masih Jauh

127
×

Penjualan Komatsu UNTR Turun di Juni, Target Tahunan Masih Jauh

Sebarkan artikel ini
Penjualan Komatsu UNTR Turun di Juni, Target Tahunan Masih Jauh
Penjualan Komatsu UNTR turun 18,1% di Juni 2025, namun secara semesteran naik 27,1% YoY. Capaian masih 59% dari target tahunan 4.600 unit.

Penjualan Komatsu Melemah di Juni

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT United Tractors Tbk. (UNTR) menghadapi tekanan penjualan alat berat pada Juni 2025, dengan hanya menjual 379 unit Komatsu, turun 18,1% dibandingkan Mei dan melemah 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Volume ini menjadi titik terendah sejak awal 2025, mengindikasikan dinamika siklikal yang mulai menekan permintaan alat berat di sektor industri dan pertambangan.

Sponsor
Iklan

Meskipun begitu, data semesteran menunjukkan pertumbuhan positif. Selama Januari hingga Juni 2025, UNTR telah menjual 2.728 unit Komatsu, tumbuh signifikan 27,1% secara tahunan.

Namun pencapaian ini baru menyentuh 59% dari target penjualan tahunan yang dipatok sebesar 4.600 unit, menandakan tekanan masih terbuka di semester kedua.

Stabilitas market share di angka 26% mencerminkan ketatnya persaingan dalam distribusi alat berat, hanya turun sedikit dari 28% di semester I/2024.

Kontraktor Tambang Hadapi Penurunan Produksi

Segmen usaha kontraktor tambang UNTR juga menghadapi hambatan operasional yang mencerminkan pelemahan tren industri tambang.

Selama semester I/2025, volume produksi batu bara tercatat hanya 68,4 juta ton atau turun 1,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan produksi tidak berdiri sendiri, sebab di sisi overburden removal atau pengupasan tanah pun terjadi koreksi tajam.

Volume pengupasan tanah sepanjang paruh pertama tahun ini hanya mencapai 532,8 juta bcm, melemah 9,4% secara tahunan.

Kinerja tersebut menunjukkan tekanan berlapis yang dihadapi sektor jasa tambang, khususnya kontraktor seperti UNTR, yang tergantung pada keberlanjutan proyek pertambangan besar.

Kinerja Semesteran Positif, Tapi Risiko Masih Terbuka

Walau secara semesteran mencetak pertumbuhan dua digit, UNTR tetap harus menghadapi berbagai potensi risiko makro dan sektoral yang bisa menghambat pencapaian target tahunan.

Penurunan drastis volume penjualan pada Juni menjadi sinyal koreksi permintaan yang harus diwaspadai pada kuartal mendatang.

Hal ini perlu dikaitkan pula dengan prospek harga komoditas tambang yang mulai melandai dan kebijakan lingkungan yang memperketat aktivitas industri ekstraktif.

UNTR harus menjaga momentum semester pertama dengan menjaga stabilitas distribusi, memperkuat pasar pasca tambang, dan mengantisipasi pergeseran permintaan alat berat ke sektor lain seperti konstruksi dan agrikultur.

Sementara itu, kontribusi dari lini kontraktor tambang perlu dievaluasi secara komprehensif mengingat tren penurunan volume yang bisa menggerus marjin bisnis perusahaan.

Efisiensi operasional dan diversifikasi sumber pendapatan akan menjadi krusial bagi UNTR dalam menjaga target tahunan tetap dalam jangkauan realistis.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.