Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Melemah 0,38%, Sektor Infrastruktur Paling Tertekan

93
×

IHSG Melemah 0,38%, Sektor Infrastruktur Paling Tertekan

Sebarkan artikel ini
IHSG Melemah 0,38%, Sektor Infrastruktur Paling Tertekan
IHSG melemah 0,38% ke level 7.520,996 pada akhir sesi I, Kamis (31/7), dipimpin sektor infrastruktur yang anjlok 1,59%. Saham UNVR melonjak 10,46%.

IHSG Terkoreksi 0,38% di Akhir Sesi I, Sektor Infrastruktur Rontok

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% atau turun 28,892 poin ke posisi 7.520,996 pada akhir sesi I perdagangan Kamis (31/7).

Pelemahan ini ditopang oleh tekanan luas di hampir seluruh sektor saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Sponsor
Iklan

Total volume transaksi siang ini mencapai 20,78 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp8,91 triliun.

Sementara itu, sebanyak 362 saham mengalami penurunan harga, 242 saham berhasil menguat, dan 194 saham stagnan.

Sektor Infrastruktur Anjlok Terdalam

Sektor yang mencatat pelemahan paling dalam adalah IDX Sektor Infrastruktur, yang anjlok hingga 1,59% di akhir sesi pertama.

Pelemahan ini menandai tren negatif berkelanjutan pada saham-saham utilitas, telekomunikasi, dan konstruksi yang tergabung dalam sektor tersebut.

Tertekannya sektor ini ikut menjadi pemberat utama terhadap laju IHSG secara keseluruhan.

Sejumlah emiten besar di sektor ini mencatat penurunan tajam akibat tekanan teknikal maupun aksi profit taking investor.

Secara historis, sektor infrastruktur kerap menjadi indikator sensitif terhadap dinamika makro dan persepsi risiko pasar.

Sektor Barang Baku dan Transportasi Ikut Tertekan

Selain infrastruktur, IDX Sektor Barang Baku juga terkoreksi cukup dalam dengan penurunan 1,35%.

Pelemahan harga komoditas dan tekanan global menjadi katalis negatif bagi sejumlah emiten tambang logam dan bahan baku industri.

IDX Sektor Transportasi dan Logistik juga melemah signifikan sebesar 1,21% akibat fluktuasi harga energi dan tekanan biaya operasional.

IDX Sektor Keuangan, yang merupakan sektor dengan bobot besar dalam IHSG, juga ikut melemah 0,89%.

Penurunan di sektor keuangan memberikan dampak signifikan terhadap indeks karena dominasi kapitalisasi pasarnya.

Tujuh Sektor Lain Melemah Lebih Moderat

Sektor-sektor lainnya yang juga mengalami tekanan namun dengan intensitas lebih rendah meliputi:

  • IDX Sektor Properti dan Real Estate turun 0,39%
  • IDX Sektor Perindustrian terkoreksi 0,18%
  • IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Kesehatan sama-sama melemah 0,13%
  • IDX Sektor Energi terkoreksi ringan sebesar 0,06%

Tekanan merata ini mencerminkan sikap wait and see investor terhadap data ekonomi global dan rilis kinerja emiten kuartal II/2025.

Pasar tampak berhati-hati dalam menilai prospek jangka pendek di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan gejolak eksternal.

Dua Sektor Bertahan di Zona Hijau

Di tengah tekanan pasar, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer justru berhasil mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,85%.

Kinerja sektor ini ditopang oleh lonjakan harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang naik tajam 10,46%.

Aksi akumulasi investor terhadap emiten consumer goods besar menjadi penopang penguatan sektoral ini.

Sektor lain yang ikut menghijau adalah IDX Sektor Barang Konsumen Primer, yang menguat 0,55% di akhir sesi pertama.

Emiten ritel dan makanan-minuman memberikan dukungan signifikan pada kinerja sektor ini.

Sentimen defensif dan ekspektasi stabilitas permintaan domestik menjadi alasan utama sektor ini menarik minat investor.

UNVR Melejit, MDKA dan MBMA Jadi Top Loser

Dalam daftar saham LQ45, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi top gainer dengan lonjakan harga 10,46%.

Penguatan ini disebut terkait dengan spekulasi pasar atas potensi perbaikan kinerja laba kuartal kedua dan strategi bisnis baru perusahaan.

Saham lain yang juga mencatat kenaikan signifikan adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang naik 7,21% serta PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang menguat 5,43%.

Sementara di sisi lain, tekanan besar dialami saham tambang dan baterai:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) anjlok 5,88%
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 5,24%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 4,68%

Pelemahan saham-saham ini mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap volatilitas harga komoditas dan prospek bisnis berbasis mineral kritis.

Arah Pasar Masih Berpotensi Volatil

Pergerakan IHSG hingga siang ini mencerminkan tekanan teknikal jangka pendek yang cukup kuat.

Namun, tekanan masih bersifat selektif karena adanya rotasi sektoral di tengah dinamika rilis laporan keuangan.

Pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan suku bunga global, harga komoditas, dan aksi korporasi emiten dalam beberapa pekan mendatang.

IHSG diperkirakan masih berfluktuasi dengan kecenderungan melemah terbatas hingga ada katalis positif yang lebih jelas.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan