Geser Kebawah
BisnisHeadlinePerdagangan & Industri

Prajogo Caplok Aset Singapura, Glencore & TPIA Kuasai CPSC

129
×

Prajogo Caplok Aset Singapura, Glencore & TPIA Kuasai CPSC

Sebarkan artikel ini
Prajogo Caplok Aset Singapura, Glencore & TPIA Kuasai CPSC
Aster, entitas TPIA & Glencore, rampungkan akuisisi pabrik HDPE Chevron Phillips di Singapura demi memperluas ekosistem kimia terintegrasi kawasan.

Aster Perluas Jejak Regional lewat Akuisisi Fasilitas Chevron Phillips

JAKARTA, BursaNusantara.com – Entitas joint venture PT Chandra Asri Pacific Tbk (IDX:TPIA) dan Glencore, Aster, resmi mengakuisisi perusahaan petrokimia Chevron Phillips Singapore Chemicals Pte Ltd (CPSC) yang berlokasi di Pulau Jurong, Singapura.

Langkah ini bukan hanya ekspansi geografis semata, melainkan bagian dari reposisi strategis Prajogo Pangestu dalam memperkuat pijakan industri kimia dan energi di Asia Pasifik.

Sponsor
Iklan

Fasilitas manufaktur CPSC yang kini berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions Pte Ltd memiliki kapasitas produksi high-density polyethylene (HDPE) sebesar 400 KTA per tahun.

Fasilitas tersebut sebelumnya dikelola dalam skema patungan antara Chevron Phillips Chemical, EDB Investments Pte Ltd, dan Sumitomo Chemical Company.

Dengan keberhasilan akuisisi ini, Aster mengintegrasikan penuh aset tersebut ke dalam jaringan manufakturnya yang telah mencakup Pulau Bukom dan aset hilir lainnya di Jurong.

Akuisisi Jadi Titik Balik Strategi Industri Kimia

Transaksi ini menjadi penanda penting transformasi Aster dari sekadar entitas hasil joint venture menjadi pemain regional dengan kapabilitas manufaktur penuh di hulu hingga hilir.

CEO Grup Aster, Erwin Ciputra, menekankan bahwa kapabilitas polimer dan infrastruktur CPSC kini menjadi bagian dari platform terintegrasi Aster.

Dengan aset bahan baku, pengolahan, hingga distribusi yang saling melengkapi, Aster mampu menyediakan solusi lebih luas kepada pelanggan lintas sektor.

Mulai dari sektor kemasan fleksibel, kebutuhan barang konsumsi cepat saji, hingga produk polimer industri, Aster kini bisa memainkan peran strategis rantai pasok regional.

Pangsa pasar yang sebelumnya terfokus pada Indonesia kini diperluas ke Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan.

Ekspansi Senyap Prajogo Pangestu Menuju Titik Kritis

Meski tidak muncul secara langsung dalam transaksi ini, sosok Prajogo Pangestu sebagai penerima manfaat akhir TPIA menjadi kekuatan sentral dalam strategi ekspansi Aster.

Ekspansi ini menjadi bagian dari ambisi jangka panjang konglomerat energi-kimia tersebut dalam membentuk rantai pasok mandiri dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsolidasi aset dan investasi strategis Prajogo melalui entitas publik maupun privat kian agresif, namun tetap terukur.

Langkah akuisisi CPSC juga mengindikasikan pendekatan oportunistik yang tajam terhadap aset-aset strategis yang mampu mendongkrak skala operasional grup.

Pasar membaca sinyal ini sebagai indikasi bahwa TPIA dan grup afiliasinya tengah memasuki fase ekspansi regional yang lebih terbuka dan berani.

Jawaban atas Permintaan Regional yang Terus Meningkat

Dengan tambahan Aster Polymer Solutions, kapasitas pasokan polyethylene berkualitas tinggi dari grup Aster akan meningkat signifikan.

Permintaan regional untuk HDPE dan turunannya terus meningkat seiring pertumbuhan sektor e-commerce, industri otomotif, serta packaging ramah lingkungan.

Aster kini memiliki keunggulan logistik dan teknis untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan lebih efisien dan kompetitif.

Infrastruktur di Jurong dan Bukom memungkinkan integrasi rantai pasok dari pengolahan feedstock hingga pengemasan produk akhir.

Langkah ini juga memberikan leverage lebih besar dalam relasi dagang lintas batas, terutama terhadap pelanggan multinasional yang berbasis di Asia Tenggara.

Bangun Ekosistem Kimia Tangguh Hadapi Volatilitas Global

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global, strategi integrasi aset yang dijalankan Aster memperlihatkan keunggulan defensif dan ofensif sekaligus.

Dengan kepemilikan atas rantai produksi yang lebih menyatu, risiko pasokan dan ketergantungan eksternal dapat ditekan secara signifikan.

Hal ini penting mengingat volatilitas harga etilena dan feedstock utama lainnya masih tinggi dalam perdagangan global.

Model bisnis seperti ini memungkinkan Aster merespons cepat dinamika pasar tanpa harus bergantung pada mitra eksternal dalam skala besar.

CEO Aster, Erwin Ciputra, menyebut bahwa sinergi antara aset baru dan eksisting ini akan memperkuat ketahanan ekosistem kimia Aster di kawasan Asia Pasifik.

Dengan kapabilitas manufaktur yang diperluas dan basis pelanggan yang berkembang, Aster kian mempertegas perannya sebagai tulang punggung strategi industri grup Prajogo.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan terbuka bahwa sektor kimia Indonesia tidak hanya menjadi konsumen regional, tapi telah siap menjadi pemain utama lintas batas.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.