Aksi Asing Seret IHSG, Kinerja Mingguan Tetap Minus
JAKARTA, BursaNusantara.com – Awal bulan Agustus diwarnai euforia tipis pada bursa domestik, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,71% atau 53,43 poin ke level 7.537,76 pada Jumat (1/8/2025).
Namun penguatan indeks di akhir pekan tidak cukup menyelamatkan performa mingguan IHSG yang justru membukukan koreksi tipis 0,08% dibandingkan pekan sebelumnya.
Sentimen positif dari rebound indeks juga belum cukup ampuh menahan derasnya arus jual investor asing yang masih konsisten melakukan distribusi saham secara masif.
Net Sell Asing Capai Rp 2,5 Triliun dalam Sepekan
Aksi jual bersih investor asing menjadi sorotan utama pelaku pasar, dengan net sell harian mencapai Rp 74,04 miliar di seluruh pasar pada Jumat.
Secara akumulatif, tekanan jual asing selama sepekan ini bahkan membengkak hingga Rp 2,50 triliun, menandakan penurunan keyakinan investor global terhadap prospek jangka pendek pasar domestik.
Sepuluh saham papan atas yang mengalami net sell terbesar oleh asing pada Jumat berasal dari sektor pertambangan, perbankan, dan konsumer, menunjukkan pelepasan portofolio terjadi merata di berbagai sektor.
Saham Tambang & Bank Besar Paling Ditinggalkan Asing
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menempati posisi puncak net sell asing dengan nilai Rp 161,02 miliar, disusul BRPT milik taipan Prajogo Pangestu sebesar Rp 134,62 miliar.
Bank-bank pelat merah tak luput dari tekanan, seperti BMRI (Rp 130,91 miliar), BBNI (Rp 55,69 miliar), serta BBCA yang dilepas senilai Rp 43,17 miliar.
Tak hanya sektor finansial, saham konsumer besar seperti ICBP (Rp 30,55 miliar) dan INDF (Rp 17,12 miliar) juga ikut terpangkas akibat tekanan jual investor global.
Volume Transaksi Masih Kuat, Tapi Distribusi Mendominasi
Di tengah tekanan jual asing, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap bergairah dengan total volume mencapai 29,09 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 14,97 triliun pada Jumat.
Sebanyak 357 saham ditutup menguat, mengalahkan 255 saham yang melemah, sementara 189 saham stagnan tanpa perubahan harga.
Namun, dominasi transaksi oleh institusi lokal tidak cukup menahan koreksi jangka pendek yang disebabkan oleh derasnya distribusi asing secara menyeluruh.
Peluang Jangka Menengah Masih Terbuka, Tapi Selektif
Kendati tekanan jual asing terus berlangsung, analis melihat peluang akumulasi di saham-saham yang terdampak tekanan harga, terutama emiten dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Beberapa pelaku pasar menilai koreksi yang terjadi lebih banyak bersifat teknikal karena profit-taking setelah reli selama Juli, serta penyesuaian portofolio menjelang rilis kinerja keuangan kuartal II-2025.
Selain itu, pelaku pasar juga mulai mencermati sinyal The Fed dan perkembangan inflasi global yang dapat mempengaruhi arah arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Fokus Investor Pekan Depan: Earning Season & Data Ekonomi
Memasuki pekan kedua Agustus, fokus investor diperkirakan akan tertuju pada hasil laporan keuangan emiten kuartal kedua serta data ekonomi makro seperti inflasi dan cadangan devisa.
Ekspektasi pasar terhadap sejumlah laporan kinerja seperti sektor perbankan dan energi akan menjadi pemicu utama pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Selain itu, pengumuman neraca dagang serta arah kebijakan Bank Indonesia pasca-rapat Dewan Gubernur akan turut menjadi faktor penggerak pasar pada pekan mendatang.
Sentimen Asing Masih Jadi Penentu IHSG di Agustus
Kendati domestik menunjukkan sinyal perbaikan melalui penguatan IHSG, faktor global dan regional akan tetap dominan mempengaruhi psikologis pelaku pasar.
Dengan asing mencatatkan net sell konsisten dalam jumlah besar selama sepekan, pelaku pasar dituntut untuk lebih selektif dalam memilih saham berbasis fundamental, bukan sekadar momentum.
Apabila tekanan jual asing berlanjut, maka peluang rebound IHSG bisa terhambat meski kondisi teknikal menunjukkan ruang penguatan jangka pendek.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











