Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Terobosan Robotik Siloam: Da Vinci Xi Bedah Empedu Live!

101
×

Terobosan Robotik Siloam: Da Vinci Xi Bedah Empedu Live!

Sebarkan artikel ini
Terobosan Robotik Siloam Da Vinci Xi Bedah Empedu Live!
Siloam Hospitals sukses lakukan bedah digestif robotik pertama di Indonesia. Teknologi Da Vinci Xi jadi tonggak transformasi layanan medis nasional.

Teknologi Medis Ubah Paradigma Layanan Kesehatan Nasional

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sektor kesehatan Indonesia memasuki babak baru dengan keberhasilan Siloam Hospitals melaksanakan operasi robotik pertama untuk kasus bedah digestif menggunakan sistem Da Vinci Xi.

Tindakan revolusioner ini dilakukan secara langsung dan disiarkan dalam forum ilmiah Siloam Digestive Summit 2025 yang berlangsung pada 26 Juli.

Sponsor
Iklan

Prosedur tersebut memperlihatkan sinergi teknologi dan keahlian klinis melalui siaran langsung yang dibawakan oleh dr. Vania Myralda Giamour, SpB-KBD, kepada ratusan peserta medis dari seluruh Indonesia.

Operasi dilakukan terhadap pasien perempuan berusia 41 tahun yang mengalami batu empedu dan peradangan akut pada kandung empedu.

Tim medis memilih pendekatan bedah robotik untuk menangani kasus ini, memanfaatkan sistem canggih Da Vinci Xi yang dikendalikan melalui konsol oleh dokter bedah.

Prosedur dipimpin oleh Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, SpB-KBD, bersama Prof. Dr. Iswanto Sucandy MD, FACS, ahli bedah robotik internasional yang hadir langsung sebagai proktor.

Da Vinci Xi memungkinkan tindakan lebih presisi dengan luka sayatan minimal, menurunkan risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan pasien secara signifikan.

Prosedur yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan tanpa hambatan, dan pasien langsung bisa berjalan pada hari yang sama dengan nyeri minimal.

“Teknologi ini adalah pilar utama dalam evolusi praktik bedah modern Indonesia,” tegas dr. Iswanto Sucandy.

Indonesia Menuju Kemandirian Teknologi Kesehatan

Penggunaan Da Vinci Xi bukan hanya pencapaian klinis, tetapi simbol kesiapan Indonesia mengadopsi standar global dalam pelayanan kesehatan.

Ketersediaan sistem robotik ini menandai pergeseran dari metode bedah konvensional ke era otomatisasi presisi tinggi.

Perangkat ini menghadirkan lengan robotik fleksibel dengan sensor gerak dan kamera beresolusi tinggi, memberikan dokter akses ke area tersembunyi tanpa harus membuat sayatan besar.

Menurut Dr. Wifanto, pendekatan ini sangat ideal untuk pasien aktif karena trauma jaringan lebih kecil dan hasil kosmetik lebih baik.

Proses pembedahan yang rumit seperti kolesistektomi kini dapat dilakukan secara minimally invasive dengan akurasi yang tak tertandingi tangan manusia.

Hal ini tidak hanya berdampak pada kecepatan penyembuhan, tetapi juga mengurangi beban pasca operasi di sistem rumah sakit.

Kehadiran Prof. Iswanto juga menunjukkan pentingnya transfer ilmu dalam praktik medis Indonesia ke depan.

Sebagai pionir bedah robotik hepatobilier dunia, beliau membawa standar operasional terbaik dari AdventHealth Tampa dan Harvard.

Keterlibatan tokoh global ini memperkuat posisi Siloam Hospitals sebagai pelopor adopsi teknologi robotik dalam sistem rumah sakit swasta nasional.

Upaya ini secara tidak langsung mendorong pergeseran paradigma layanan kesehatan dari reaktif menjadi preventif dan presisi.

Bedah Digestif Jadi Titik Awal Disrupsi Medis

Digestif adalah salah satu area paling kompleks dalam pembedahan karena keterbatasan akses dan risiko tinggi komplikasi.

Melalui sistem Da Vinci Xi, ruang sempit seperti sekitar kandung empedu dapat diakses dengan gerakan halus yang dikendalikan jarak jauh.

Teknologi ini juga memungkinkan dokter melakukan pembedahan dengan ketelitian mikroskopik tanpa menyentuh jaringan secara langsung.

Dampaknya bukan hanya efisiensi klinis, melainkan peningkatan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

Siloam menempatkan teknologi ini sebagai pilar dalam strategi jangka panjangnya untuk memperluas layanan hepatobilier berkualitas tinggi.

Komitmen tersebut tidak hanya memposisikan rumah sakit sebagai institusi unggulan, tetapi juga membuka jalan bagi penyebaran teknologi ke rumah sakit lain di jaringan Siloam.

Operasi ini menjadi studi kasus penting bahwa adopsi teknologi kesehatan tinggi dapat dilakukan secara efektif tanpa mengorbankan keamanan pasien.

Lewat pendekatan ini, Siloam ingin membuktikan bahwa layanan medis berteknologi tinggi tidak hanya untuk kalangan elit, tetapi dapat diakses luas dengan strategi efisiensi sistemik.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.