Geser Kebawah
PasarSaham

Rugi KOBX Menyusut Tajam, Sewa & Servis Jadi Penopang Baru

137
×

Rugi KOBX Menyusut Tajam, Sewa & Servis Jadi Penopang Baru

Sebarkan artikel ini
Rugi KOBX Menyusut Tajam, Sewa & Servis Jadi Penopang Baru
KOBX bukukan pendapatan Rp 900,6 miliar dan tekan rugi 17,23% pada kuartal II-2025. Segmen sewa dan jasa tambang jadi penopang utama saat penjualan alat berat turun.

Strategi Baru KOBX Tekan Kerugian Meski Penjualan Melemah

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) mencatatkan kinerja keuangan yang beranjak positif pada kuartal II-2025, meskipun sektor alat berat tengah melambat.

Pendapatan konsolidasi tumbuh tipis 1,35% yoy menjadi Rp 900,6 miliar, dari sebelumnya Rp 888,6 miliar pada kuartal II-2024.

Sponsor
Iklan

Namun yang menjadi sorotan adalah keberhasilan KOBX menekan rugi bersih hingga 17,23% menjadi Rp 91,79 miliar, dari Rp 110,9 miliar tahun sebelumnya.

Perbaikan ini menjadi sinyal bahwa strategi diversifikasi KOBX mulai menunjukkan hasil nyata meski tekanan dari sektor alat berat masih terasa.

Direktur Utama KOBX, Andry B Limawan menyatakan optimisme terhadap prospek kinerja hingga akhir tahun karena efisiensi operasional mulai berdampak.

Penjualan Alat Berat Melemah, Tapi Masih Dominan

Unit alat berat tetap menjadi penyumbang utama pendapatan dengan kontribusi 54,38% atau Rp 489,7 miliar sepanjang kuartal II-2025.

Namun demikian, terjadi penurunan 2,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan normalisasi permintaan pasca-boom komoditas.

Hal ini menunjukkan bahwa andalan lama KOBX mulai tergerus, dan butuh peran sektor pendukung untuk menjaga arus kas tetap stabil.

Andry menekankan pentingnya menjaga efisiensi rantai pasok dan layanan purna jual untuk tetap kompetitif di tengah kompetisi yang ketat.

Penurunan margin di segmen ini juga menjadi tantangan utama bagi perusahaan untuk menjaga profitabilitas jangka pendek.

Lonjakan Segmen Servis & Tambang Jadi Game Changer

Kontribusi terbesar kedua berasal dari penjualan suku cadang yang tumbuh tipis 0,17% menjadi Rp 196,15 miliar atau 21,78% dari total pendapatan.

Namun titik terang datang dari jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan yang melonjak 11,72% menjadi Rp 139,17 miliar.

Porsi pendapatan dari segmen ini naik signifikan, dari 14,02% menjadi 15,45% — menjadi bukti keberhasilan diversifikasi bisnis yang dijalankan manajemen.

Andry menyebut kekuatan jaringan layanan KOBX, termasuk dukungan teknis di lapangan, sebagai pembeda utama dibanding kompetitor.

Peningkatan permintaan jasa tambang juga mencerminkan pemulihan aktivitas operasional dari mitra-mitra pertambangan KOBX.

Bisnis Sewa Alat Berat Naik Dua Digit

Segmen penyewaan mencatat pertumbuhan 10,54% menjadi Rp 75,58 miliar, dengan kontribusi sebesar 8,39% terhadap total pendapatan.

Kenaikan ini ditopang oleh permintaan penyewaan alat berat yang naik 10,67%, baik dari sektor tambang maupun konstruksi.

Selain alat berat, pendapatan sewa juga mencakup pendapatan dari sewa ruang kantor yang stabil sepanjang semester pertama.

Dengan risiko yang lebih rendah dan margin yang lebih stabil, bisnis sewa menjadi penopang baru bagi KOBX di tengah volatilitas pasar alat berat.

Kinerja segmen ini memperkuat posisi KOBX sebagai penyedia solusi alat berat terintegrasi, tidak hanya menjual unit tetapi juga memberikan fleksibilitas penggunaan.

Efisiensi Operasi Bantu Tekan Beban Usaha

Meski laba bruto mengalami koreksi dari Rp 171,09 miliar menjadi Rp 123,98 miliar, KOBX berhasil meningkatkan pendapatan operasi lainnya.

Dari sebelumnya minus Rp 65,51 miliar pada kuartal II-2024, kini naik signifikan menjadi Rp 3,71 miliar pada kuartal II-2025.

Rugi usaha berhasil ditekan dari Rp 28,34 miliar menjadi hanya Rp 6,66 miliar, mencerminkan efisiensi yang lebih ketat di level operasional.

Rugi sebelum pajak juga menyusut 16,14% dari Rp 109,48 miliar menjadi Rp 91,81 miliar, sejalan dengan penurunan beban keuangan.

Andry menegaskan pentingnya konsolidasi neraca dan pengelolaan kewajiban secara disiplin untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

Struktur Bisnis Mulai Seimbang, Tapi Tantangan Belum Selesai

Peningkatan pendapatan non-unit seperti servis, suku cadang, dan sewa menjadi bukti bahwa KOBX tidak lagi bergantung pada penjualan alat berat semata.

Model bisnis kini mengarah ke portofolio yang lebih seimbang antara penjualan produk dan recurring income berbasis jasa.

Namun tantangan tetap ada, terutama pada fluktuasi margin dan ketergantungan pada proyek tambang yang sangat siklikal.

Dengan tekanan dari penurunan laba bruto, strategi efisiensi biaya dan optimalisasi layanan akan terus menjadi fokus utama KOBX.

Ke depan, penguatan segmen jasa dan perawatan akan menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah perlambatan pasar alat berat.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.