Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Jadwal RUPSLB Bank Mandiri Dimajukan Mendadak, Ada Apa?

166
×

Jadwal RUPSLB Bank Mandiri Dimajukan Mendadak, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Jadwal RUPSLB Bank Mandiri Dimajukan Mendadak, Ada Apa
Bank Mandiri (BMRI) mendadak memajukan jadwal RUPSLB Senin pagi ini. Perubahan jam ini memicu spekulasi soal reshuffle direksi. Apa dampaknya?

Jadwal RUPSLB Bank Mandiri Dimajukan Mendadak, Ada Apa?

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memajukan jadwal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Senin (4/8/2025), dari semula pukul 15.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB tanpa penjelasan rinci mengenai alasan pergeseran waktu secara tiba-tiba.

Pengumuman mendadak ini disampaikan manajemen Bank Mandiri melalui keterbukaan informasi pada Minggu malam (3/8/2025), sehari sebelum pelaksanaan rapat, memicu spekulasi luas di kalangan pasar terhadap urgensi agenda yang dibahas.

Sponsor
Iklan

Rapat tetap digelar di Assembly Hall Menara Mandiri 1, Jakarta, dengan agenda tunggal yakni perubahan susunan pengurus perseroan yang semakin menegaskan isu beredar soal kemungkinan reshuffle jajaran direksi BMRI.

Spekulasi Pergantian Direksi Menguat

Perubahan jam rapat yang tidak biasa, ditambah agenda yang menyangkut struktur manajemen, memperkuat dugaan pelaku pasar akan adanya perombakan strategis di tubuh Bank Mandiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perseroan mengenai nama-nama yang berpotensi masuk atau keluar dari jajaran direksi.

Pasar merespons situasi ini dengan tetap berhati-hati, terlihat dari pergerakan saham BMRI yang hanya naik tipis 0,44% pada Jumat (1/8/2025), sehari sebelum pengumuman perubahan jadwal tersebut muncul.

Namun secara keseluruhan, saham BMRI telah terkoreksi 4,63% dalam sebulan terakhir, di tengah aksi jual bersih investor asing senilai Rp 3,62 triliun yang turut menekan valuasi saham bank pelat merah ini.

Kinerja Keuangan Masih Ditunggu

Hingga awal Agustus 2025, Bank Mandiri belum merilis laporan keuangan semester I-2025 karena masih dalam proses audit, namun data bulan Mei menunjukkan laba bersih ‘bank only’ tercatat Rp 4,5 triliun, turun 2% yoy namun melonjak 26% dibanding bulan sebelumnya.

Secara akumulasi, laba bersih selama lima bulan pertama 2025 mencapai Rp 19,7 triliun, atau flat dibanding periode yang sama tahun lalu, mencerminkan performa yang solid di tengah tekanan likuiditas.

Stockbit Sekuritas dalam laporannya menyebut kinerja bulanan BMRI membaik pasca-Lebaran, namun tren kuartal kedua kemungkinan tidak jauh berbeda dari kuartal pertama kecuali terdapat lonjakan signifikan di bulan Juni.

Ekspektasi pasar pun cenderung konservatif, tercermin dari pemangkasan estimasi laba bersih 2025F oleh konsensus analis sebesar -3% dalam 3 bulan terakhir dan -9% dalam 6 bulan terakhir.

Valuasi Menarik Tapi Sentimen Masih Lemah

Pada harga Rp 4.880 per saham per 25 Juni 2025, BMRI diperdagangkan dengan valuasi 1,46x 1-Year Forward Price to Book Value (P/BV), mendekati -1 standar deviasi dari rerata historis 5 tahun di 1,42x.

Secara fundamental, valuasi ini dianggap menarik oleh analis, terutama karena menawarkan potensi dividend yield minimum sebesar 7% atau sekitar Rp 340 per saham, berdasarkan estimasi pembagian dividen tahun berjalan.

Sebagai pembanding, dividen tahun buku 2024 yang dibagikan Bank Mandiri kepada pemegang saham sebesar Rp 466,18 per saham dan telah dibayarkan pada 23 April 2025.

Namun demikian, likuiditas masih menjadi tantangan utama di sektor perbankan, termasuk BMRI, dan potensi pelonggaran likuiditas dinilai bisa menjadi katalis positif dalam beberapa bulan ke depan.

Investor Tunggu Kejelasan Pasca RUPSLB

Dinamika internal Bank Mandiri kini tengah menjadi perhatian utama pelaku pasar, terutama terkait transparansi arah kebijakan manajemen pasca RUPSLB.

Dengan valuasi yang relatif atraktif namun dibayangi ketidakpastian, pasar menunggu kejelasan hasil rapat sebagai penentu arah pergerakan saham BMRI dalam jangka pendek.

Perubahan mendadak jadwal rapat hari ini pun menjadi penanda bahwa arah kebijakan perseroan akan mengandung manuver penting, yang akan turut mempengaruhi sentimen terhadap sektor perbankan secara luas.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.