Geser Kebawah
BankKeuangan

Dini Hari Dirombak: BMRI Tunjuk Riduan Gantikan Darmawan

165
×

Dini Hari Dirombak: BMRI Tunjuk Riduan Gantikan Darmawan

Sebarkan artikel ini
BMRI Umumkan Bos Baru, Sinyal Politik BUMN Makin Terang
Bank Mandiri (BMRI) mendadak ubah jadwal RUPSLB dan langsung tunjuk Riduan sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi. Perubahan dilakukan pagi hari tanpa alasan resmi.

BMRI Umumkan Direktur Baru, Jadwal RUPSLB Mendadak Diubah

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi mengubah struktur pucuk pimpinan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung Senin pagi (4/8/2025) di Menara Mandiri 1 Jakarta.

Rapat ini hanya memiliki satu mata acara, yaitu perubahan susunan pengurus perseroan yang dilakukan secara mendadak.

Sponsor
Iklan

Informasi terbaru dari Bank Mandiri menyebutkan bahwa jadwal rapat yang semula direncanakan pukul 15.00 WIB tiba-tiba dimajukan menjadi pukul 09.00 WIB, diumumkan secara internal pada Minggu malam tanpa disertai alasan resmi.

Langkah ini memunculkan spekulasi soal urgensi pengambilan keputusan di internal manajemen.

Riduan Diangkat Gantikan Darmawan, Mandiri Cari Arah Baru?

Pemegang saham menyetujui pengangkatan Riduan sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi yang sebelumnya menjabat sejak 2020.

Riduan adalah figur internal dengan rekam jejak panjang di Bank Mandiri, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama usai RUPST Maret lalu.

Pria kelahiran Palembang tahun 1970 ini mengawali karier profesionalnya dari jabatan di segmen korporasi hingga akhirnya menduduki posisi strategis sebagai Direktur Corporate Banking (2024–2025) dan sebelumnya Direktur Commercial Banking (2019–2024).

Sosok Riduan disebut sebagai representasi kesinambungan arah transformasi internal yang tetap menekankan penguatan lini bisnis korporasi dan digitalisasi perbankan.

Sebagai catatan, Riduan juga pernah memimpin wilayah regional Sumatra serta menjadi Komisaris Mandiri Sekuritas.

Henry Panjaitan Ambil Alih Posisi Wakil Direktur Utama

Dengan Riduan naik menjadi Dirut, posisi Wakil Direktur Utama diisi oleh Henry Panjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Penjaminan PT Jamkrindo.

Henry bukan nama asing di lingkaran BUMN perbankan.

Dia pernah mengisi jabatan strategis di BNI, termasuk sebagai Direktur Treasury & International dan General Manager Divisi Internasional.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1969 ini juga dikenal memiliki kompetensi kuat di sektor penjaminan dan memiliki sertifikasi dari BNSP untuk kualifikasi direktur.

Penunjukannya mengisyaratkan arah sinergi yang lebih kuat antara sektor keuangan negara dengan Bank Mandiri.

Komisaris Baru, Jejak Mandirian Zulkifli Zaini Muncul Lagi

Tak hanya di jajaran direksi, perubahan juga terjadi di kursi Komisaris Independen.

Zulkifli Zaini resmi ditunjuk sebagai Komisaris Independen BMRI menggantikan posisi yang selama ini kosong.

Zulkifli adalah mantan Direktur Utama PLN yang sebelumnya lama berkarier di Bank Mandiri.

Ia juga sempat mengisi berbagai posisi komisaris di sektor keuangan dan infrastruktur.

Masuknya kembali Zulkifli ke dalam lingkungan Bank Mandiri menandai kembalinya figur “Mandirian senior” yang berpengalaman dalam tata kelola perusahaan besar negara.

Kehadiran Zulkifli dinilai menjadi penguat pengawasan atas arah strategis dan budaya perusahaan.

Perubahan yang Efektif Menunggu OJK, Saham Reaktif

Meskipun hasil RUPSLB telah resmi diumumkan, pengangkatan Riduan dan Henry Panjaitan masih harus menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum efektif menjabat.

Sementara itu, saham BMRI pada pembukaan perdagangan sempat turun ke Rp4.510, namun kemudian menguat menyentuh Rp4.610 per saham menjelang pukul 10.00 WIB.

Pergerakan saham ini mencerminkan sentimen pasar yang mencermati dinamika manajerial dan prospek konsolidasi baru dalam tubuh Bank Mandiri.

Langkah strategis tersebut berpotensi menciptakan kesinambungan sekaligus peluang untuk rekalibrasi arah bisnis Bank Mandiri ke depan, terutama menjelang tutup tahun fiskal.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.