Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

OMED Tancap Gas Ekspor, Margin dan Volume Penjualan Terdongkrak

284
×

OMED Tancap Gas Ekspor, Margin dan Volume Penjualan Terdongkrak

Sebarkan artikel ini
OMED Tancap Gas Ekspor, Margin dan Volume Penjualan Terdongkrak
Kinerja OMED semester I-2025 melesat dengan ekspor naik 133%, margin laba bersih menguat jadi 16,7%, dan volume penjualan tumbuh hampir 8%.

Ekspor Meledak, OMED Mantapkan Langkah Ekspansi Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) tak sekadar mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan di semester pertama 2025, tapi juga memperlihatkan arah strategis yang semakin fokus pada ekspansi lintas negara.

OMED mencatat pendapatan sebesar Rp 925,8 miliar, tumbuh 5,25% dibandingkan semester I tahun lalu.

Sponsor
Iklan

Laba bersih meningkat 6,5% menjadi Rp 154,7 miliar dengan margin yang membaik dari 16,2% menjadi 16,7%.

Kinerja ini ditopang oleh lonjakan ekspor hingga 133,4% yoy menjadi Rp 3,3 miliar.

Pertumbuhan tajam ini menjadi penanda pergeseran penting strategi bisnis OMED ke arah perluasan pasar internasional.

Kinerja Operasional Solid, Margin Terjaga

EBITDA OMED tercatat naik 3,63% yoy menjadi Rp 195,2 miliar dengan margin EBITDA stabil di kisaran 21,1%.

Volume penjualan naik signifikan sebesar 7,95% yoy, didorong oleh penguatan di semua segmen bisnis.

Segmen Diagnostic & Equipment tumbuh paling tinggi sebesar 84,87%, menandai permintaan alat diagnostik yang meningkat tajam.

Segmen Biotech & Lab naik 23,98%, mencerminkan pertumbuhan kebutuhan peralatan laboratorium dan bioteknologi.

Sementara Wound Care turut mencatat kenaikan 11,93% yang menegaskan peningkatan konsumsi produk perawatan luka.

Kontributor utama masih datang dari segmen Disposable & Consumables yang tumbuh 6,78% secara tahunan.

Momentum Ekspor Jadi Game Changer

Ekspor yang melonjak 133,4% menjadi Rp 3,3 miliar bukan hanya angka, tapi simbol keberhasilan OMED menembus pasar yang sebelumnya belum tergarap maksimal.

Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Latin menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekspor tersebut.

Menurut Louis Hartanto, Direktur Sales & Marketing OMED, lonjakan ekspor ini adalah awal dari strategi agresif perseroan di pasar global.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan validasi dan peningkatan kapasitas produksi untuk mengantisipasi ekspor besar-besaran ke AS mulai 2026.

Langkah ini diperkuat oleh kebijakan bilateral Indonesia–AS yang menurunkan tarif impor alat kesehatan menjadi 19%, menciptakan daya saing lebih besar dibanding negara Asia lainnya.

Fondasi Keuangan OMED Kian Kokoh

Selain pertumbuhan operasional, fundamental keuangan OMED menunjukkan penguatan signifikan di semester I-2025.

Total aset mencapai Rp 2,84 triliun per akhir Juni 2025, mencerminkan posisi neraca yang solid.

Ekuitas tumbuh 2,1% seiring peningkatan kinerja laba bersih dan penguatan kas.

Sementara liabilitas turun drastis 12,4% akibat pelunasan Medium Term Notes (MTN) yang sukses dilakukan tanpa mengganggu likuiditas.

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) hanya 0,02, sangat rendah untuk ukuran emiten manufaktur, memperlihatkan disiplin keuangan dan manajemen risiko yang ketat.

Louis menekankan bahwa struktur keuangan yang konservatif ini menjadi modal penting bagi OMED dalam mengarungi ekspansi pasar yang lebih besar.

Arah Baru: Dari Industri Lokal ke Pemain Global

Transformasi OMED dari produsen alat kesehatan domestik menjadi eksportir agresif tidak hanya ditandai dengan capaian finansial semata.

Langkah ekspansi ke Amerika Latin dan AS disusun berdasarkan roadmap jangka panjang dengan pertimbangan regulasi, rantai pasok, hingga insentif bilateral.

Pemerintah AS sendiri tengah melakukan diversifikasi rantai pasok alat kesehatan pascapandemi, menjadikan Indonesia mitra yang lebih dipertimbangkan.

OMED telah menyusun strategi penetrasi pasar dengan fokus pada kualitas produk dan efisiensi harga lewat optimalisasi teknologi produksi.

Peningkatan kapasitas produksi diproyeksikan akan dilakukan secara bertahap hingga 2026 untuk menyesuaikan dengan lonjakan permintaan global.

Peran Strategis Produk dan Diversifikasi Portofolio

Keberhasilan ekspor juga ditopang oleh keberagaman portofolio produk OMED yang mencakup lebih dari sekadar alat medis dasar.

Produk-produk Biotech, Lab Equipment, dan Diagnostic Tools yang dikembangkan OMED sudah memenuhi standar internasional dan mendapat sertifikasi sejumlah negara tujuan ekspor.

Diversifikasi produk ini memberikan perlindungan alami terhadap fluktuasi permintaan di segmen tertentu dan membuka jalur pertumbuhan lebih luas.

Pendekatan multiplatform ini menjadi pembeda antara OMED dan produsen alat kesehatan lokal lainnya yang masih sangat tergantung pada segmen konvensional.

Dalam rencana jangka menengah, OMED juga tengah mempertimbangkan pengembangan produk berbasis teknologi AI untuk diagnostik awal dan monitoring pasien.

Optimisme Global di Tengah Tantangan Lokal

Meskipun pasar domestik alat kesehatan masih menghadapi tekanan biaya bahan baku dan fluktuasi nilai tukar, OMED berhasil menjaga stabilitas margin dan mendorong pertumbuhan volume.

Fokus pada efisiensi operasional dan pemanfaatan insentif fiskal ekspor menjadikan OMED tetap kompetitif.

Momentum ekspor dan peluang penetrasi pasar Amerika membuka potensi valuasi jangka panjang bagi saham OMED di pasar modal.

Bagi investor, konsistensi margin dan arah ekspansi global yang mulai membuahkan hasil menjadikan OMED sebagai emiten yang layak masuk radar.

Louis Hartanto menegaskan, “Kami percaya, dengan kas yang kuat, struktur keuangan konservatif, dan peningkatan kapasitas produksi, kami siap memanfaatkan peluang global secara optimal.”

Tidak hanya menargetkan pertumbuhan kuantitatif, OMED juga menyasar reputasi global sebagai eksportir alat kesehatan Indonesia yang bisa dipercaya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.