Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Asing Hengkang Rp 1 Triliun, Saham Big Caps Diguyur Jual

115
×

Asing Hengkang Rp 1 Triliun, Saham Big Caps Diguyur Jual

Sebarkan artikel ini
Asing Hengkang Rp 1 Triliun, Saham Big Caps Diguyur Jual
Investor asing jual saham besar Rp 1 triliun di BEI. AMMN, BBRI, BMRI dilego tajam saat IHSG terkoreksi nyaris 1 persen. Siapa cuan, siapa boncos?

Dana Asing Kabur Saat IHSG Terpeleset Nyaris 1%

JAKARTA, BursaNusantara.com – Tekanan jual investor asing kembali mengguncang bursa domestik pada perdagangan Senin (4/8/2025), dengan nilai net sell menembus Rp 1,01 triliun.

Arus keluar dana asing tersebut kian menegaskan tren pelepasan portofolio investor global di pasar Indonesia yang sudah mencapai Rp 62,9 triliun sejak awal tahun.

Sponsor
Iklan

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi korban terbesar, dibuang asing hingga Rp 226,4 miliar dalam sehari.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul, masing-masing dilego Rp 214 miliar dan Rp 158,2 miliar.

Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) justru menjadi incaran, diborong asing dengan nilai net buy Rp 77,9 miliar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun terpeleset 0,97% ke level 7.464,6, menyisakan koreksi tajam di tengah transaksi harian Rp 15,3 triliun.

Saham Energi & Keuangan Jadi Tumbal Tekanan Global

Sektor barang baku dan energi memimpin pelemahan, masing-masing turun 2% dan 1,7%, menyusul jatuhnya harga komoditas global dan tekanan eksternal dari penguatan dolar AS.

Sektor keuangan ikut tergelincir 0,49%, ditarik ke bawah oleh aksi jual besar pada saham perbankan papan atas seperti BBRI dan BMRI.

Pelemahan juga menjalar ke sektor barang konsumsi primer yang turun 0,6% dan properti 0,07%, menandakan tekanan menyeluruh di sektor defensif.

Di sisi lain, sektor kesehatan dan teknologi justru menguat masing-masing 1,5% dan 1,3%, menandakan rotasi sektor ke saham-saham pertumbuhan jangka panjang.

Sektor barang konsumsi non primer dan perindustrian mencatat kenaikan moderat, masing-masing 0,49% dan 0,4%, menunjukkan ketahanan sektor domestik.

Saham ARA Bikin Cuan Maksimal, FILM & KEJU Disorot

Di tengah tekanan pasar, lima saham berhasil menembus batas auto reject atas (ARA) dan mencetak cuan jumbo bagi investor.

Saham PT Paperock Indonesia Tbk (PPRI) melesat 34,7% ke Rp 186, sedangkan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) masing-masing melonjak 25%.

PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) ikut menguat 24,6% menjadi Rp 835, berkat spekulasi pasar atas potensi akuisisi strategis dari investor asing.

Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) terdongkrak 24% ke Rp 2.480, dipicu sentimen kolaborasi konten digital yang kian intens.

Lonjakan ARA ini menyoroti bahwa pasar masih menyimpan peluang selektif meski tekanan asing menguat.

Deretan Saham Boncos: AMMN dan CBUT Terjun ARB

Saham AMMN yang dilego asing secara brutal tak hanya mencatat net sell terbesar, tapi juga anjlok 14,7% hingga mentok auto reject bawah (ARB) di Rp 7.225.

Nasib serupa dialami saham PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) yang amblas 14,29% ke Rp 1.140, diduga akibat kekhawatiran pasar atas laba kuartalan yang turun drastis.

Saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) juga ikut boncos, turun 12,4% ke Rp 670, memperpanjang tren negatif emiten berbasis komoditas kayu.

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) tergelincir 10,5% ke Rp 7.400, dan saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) merosot 9,48% ke Rp 105.

Kondisi ini mencerminkan sentimen risiko tinggi yang membayangi saham-saham lapis dua dan tiga, terutama yang kurang likuid dan rentan spekulasi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.