ADHI Karya Catat Sejarah Baru di Proyek Infrastruktur Digital
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) kembali mencetak tonggak sejarah penting dalam industri konstruksi nasional melalui pencapaian proyek Gedung Data Center-2 Bank Indonesia yang berhasil meraih sertifikat Tier Certification of Constructed Facility (TCCF) Tier IV dari Uptime Institute.
Kolaborasi Strategis Sektor Konstruksi dan Teknologi
Pencapaian ini bukan sekadar soal keberhasilan menyelesaikan proyek fisik.
Lebih dari itu, Gedung DC-2 Bank Indonesia menjadi simbol sinergi konstruktif antara ADHI, Jaya Teknik Indonesia (JTI), Ciriajasa Cipta Mandiri (CCM), dan Bank Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur digital kelas dunia.
Sertifikat Tier IV yang diperoleh menandakan bahwa fasilitas ini memiliki sistem redundansi penuh (fault tolerance), uptime hingga 99,995%, serta lulus uji sistem keamanan fisik dan siber paling ketat di dunia.
Dengan begitu, BI resmi menyandang status sebagai bank sentral kedua di Asia yang memiliki pusat data Tier IV, setelah Saudi Arabia.
Bank Indonesia kini memiliki tulang punggung teknologi informasi yang kokoh, menjadi bagian dari arsitektur keuangan nasional.
Ini merupakan prestasi yang juga mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan kontraktor lokal Indonesia dalam membangun proyek strategis bernilai tinggi dan berstandar global.
Proyek Strategis Nasional Berbasis Inovasi
Gedung DC-2 dibangun di atas lahan seluas 20.952 m², dengan luas bangunan 13.942 m².
Lingkup pengerjaan mencakup struktur bangunan utama, sistem arsitektural, instalasi mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), lansekap hijau, serta sistem keamanan teknologi tinggi.
Pembangunan ini dikerjakan oleh Departemen Gedung ADHI sebagai kontraktor utama konsorsium bersama JTI, memastikan proyek rampung tepat waktu, berkualitas, dan sesuai standar internasional.
Tak hanya memenuhi syarat teknis fisik, proyek ini juga mengedepankan efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan kesiapan menghadapi ancaman siber masa depan.
Direktur Operasi II ADHI, Harimawan, menerima langsung sertifikat dalam acara BI’s Mission Tier IV: Awarding Event, Senin (28/7/2025).
Turut hadir jajaran pimpinan BI dan mitra strategis seperti Filianingsih Hendrata (Deputi Gubernur BI), Aman Santoso (Komisaris Utama CCM), serta Patrick Chan (VP Uptime Institute).
Akselerasi Digitalisasi Ekonomi Lewat Infrastruktur
Pembangunan Gedung Data Center-2 merupakan bagian penting dari strategi digitalisasi Bank Indonesia yang lebih luas.
Sebagai pusat kendali data berstandar tinggi, fasilitas ini akan menopang integrasi sistem pembayaran, pengawasan moneter, dan pelayanan publik berbasis digital secara real-time.
Kehadiran infrastruktur ini membuka jalan bagi efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan sistem keuangan nasional.
Tak hanya mendukung agenda digitalisasi BI, proyek ini juga menjadi role model pembangunan pusat data pemerintah dan lembaga strategis lainnya di masa mendatang.
ADHI membuktikan bahwa transformasi digital Indonesia tidak harus mengandalkan kontraktor asing.
Melalui penguasaan teknologi, manajemen proyek ketat, dan kolaborasi lintas sektor, ADHI menegaskan posisi sebagai pemimpin dalam pembangunan infrastruktur digital yang mandiri.
Misi Bangsa dalam Kemandirian Teknologi
Menurut Rozi Sparta, Sekretaris Perusahaan ADHI, Gedung Data Center-2 adalah bukti nyata kontribusi ADHI terhadap misi nasional membangun kemandirian digital.
Proyek ini bukan hanya konstruksi, tetapi sebuah karya kebangsaan berbasis inovasi teknologi tinggi.
Ke depan, ADHI berkomitmen terus menghadirkan proyek-proyek prestisius yang menyeimbangkan aspek mutu, keberlanjutan, dan teknologi.
Pencapaian di proyek DC-2 akan menjadi standar baru dalam pembangunan fasilitas digital pemerintah dan lembaga-lembaga strategis lainnya di Tanah Air.
Dengan terselesaikannya proyek ini, ADHI tidak hanya menuntaskan amanah pembangunan, namun juga mempertegas perannya dalam sejarah pembangunan nasional modern.
Melalui karya tersebut, Indonesia kini memiliki wajah baru dalam infrastruktur digital yang tangguh, cerdas, dan sepenuhnya dibangun oleh putra bangsa.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












