Rukun Raharja Tancap Gas Akuisisi LNG dan Ekspansi Hilir
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), emiten energi milik Happy Hapsoro yang juga suami Puan Maharani, tengah mengebut agenda ekspansi bisnisnya lewat akuisisi perusahaan LNG yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2025.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi portofolio, melainkan bagian dari transformasi RAJA menuju pemain dominan di sektor energi bersih dan infrastruktur gas nasional.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, mengonfirmasi bahwa proses akuisisi tengah memasuki tahap akhir dan diharapkan tuntas sebelum kuartal IV dimulai.
Langkah ini disebut sejalan dengan strategi RAJA dalam memperkuat posisinya di ekosistem LNG, mulai dari midstream hingga distribusi.
Di tengah sorotan publik terhadap keterlibatan politisi dalam dunia bisnis, RAJA menunjukkan arah bisnis yang terukur dan progresif.
RAJA Buka Jalan ke Hilir Energi
Tak berhenti di sektor LNG, RAJA juga mulai menjajaki peluang baru di segmen hilir energi yang kini menjadi medan baru pertumbuhan industri.
Djauhar menyebut bahwa proses due diligence untuk akuisisi perusahaan hilir masih berlangsung dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Kehadiran RAJA di sektor hilir dinilai penting sebagai langkah menyeluruh dalam membangun rantai nilai energi yang utuh dan terkonsolidasi.
Dengan memperluas cakupan bisnis hingga hilir, RAJA tak hanya mengejar margin lebih tinggi, tetapi juga kendali distribusi energi nasional yang lebih efisien.
Strategi ini merefleksikan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan energi domestik serta dinamika rantai pasok yang semakin kompleks.
Capex Digenjot, Fokus ke Infrastruktur Gas Nasional
Hingga paruh pertama 2025, RAJA telah menyerap belanja modal (capex) sebesar US$20 juta atau 29% dari total capex tahun ini yang dipatok US$70 juta.
Realisasi ini menunjukkan efisiensi sekaligus fokus tinggi terhadap proyek strategis yang menyasar wilayah potensial pertumbuhan energi.
Djauhar memaparkan bahwa dana capex tersebut difokuskan pada tiga proyek utama, yakni pembangunan kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan.
Proyek kedua adalah pembangunan pipa BBM Tanjung Batu–Samarinda, infrastruktur vital untuk mendongkrak pasokan energi di Kalimantan Timur.
Sementara di Jawa Barat, RAJA juga sedang mengembangkan jaringan pipa yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan rumah tangga.
Arah Bisnis RAJA Menuju Integrasi Energi Nasional
Gerak cepat RAJA di sektor LNG dan hilir energi menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan ini tengah bersiap menjadi integrator utama rantai pasok energi.
Dengan kombinasi antara penguatan infrastruktur dan akuisisi strategis, RAJA memosisikan dirinya sebagai pemain yang siap menjawab tantangan energi masa depan.
Kehadiran infrastruktur gas di wilayah timur dan barat Indonesia memperluas jangkauan RAJA sekaligus memperkuat peran domestik dalam transisi energi.
Rencana jangka menengah RAJA tidak hanya mencerminkan ambisi, tetapi juga kalkulasi cermat terhadap kebutuhan energi nasional yang terus bertumbuh.
Di tengah transisi global ke energi yang lebih bersih dan efisien, strategi RAJA menunjukkan bahwa emiten nasional mampu menjadi katalis perubahan.
Transformasi Bisnis RAJA dan Konteks Politik Ekonomi
Tak bisa dipungkiri, posisi RAJA sebagai emiten milik keluarga elite politik menimbulkan perhatian lebih dalam kacamata publik dan investor.
Namun strategi korporasi RAJA yang berbasis fundamental bisnis dan realisasi infrastruktur menunjukkan pemisahan yang jelas antara kepentingan politik dan bisnis.
Fokus RAJA pada proyek nyata dan akuisisi dengan nilai strategis menegaskan bahwa arah perusahaan tak sekadar mengikuti arus kekuasaan.
Dengan pelaporan yang terbuka dan proyeksi yang realistis, RAJA mencoba memosisikan dirinya sebagai perusahaan energi nasional berbasis kinerja.
Pola ini menjadi pembeda dari banyak emiten lain yang mengandalkan momentum tanpa strategi bisnis jangka panjang yang jelas.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












