Optimisme Konsumen Terjaga di Tengah Ketidakpastian
JAKARTA, BursaNusantara.com – Keyakinan masyarakat terhadap ekonomi Indonesia pada Juli 2025 menguat, menandakan daya beli dan harapan publik masih berada di jalur positif.
Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2025 berada di level 118,1, naik tipis dari 117,8 pada Juni.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan kenaikan ini mencerminkan sentimen publik yang tetap optimis meski kondisi global belum sepenuhnya stabil.
Ia menjelaskan bahwa level di atas 100 menunjukkan mayoritas konsumen masih percaya terhadap stabilitas ekonomi saat ini maupun prospek enam bulan mendatang.
Peningkatan keyakinan ini terjadi di hampir semua kategori, baik dari sisi pengeluaran, usia, maupun wilayah tempat tinggal responden.
Konsumen Menengah Atas Jadi Pendorong Utama
Kenaikan IKK didominasi oleh responden berpengeluaran Rp 4,1–5 juta dengan indeks 119,9, diikuti kelompok berpengeluaran di atas Rp 5 juta dengan indeks 119,5.
Kelompok ini dinilai memiliki fleksibilitas belanja yang lebih besar, sehingga lebih responsif terhadap perbaikan ekonomi.
Dari sisi umur, konsumen usia 31–40 tahun mencatatkan IKK tertinggi sebesar 122,3, disusul usia 20–30 tahun dengan indeks 121,7.
Generasi produktif ini dinilai menjadi motor pertumbuhan konsumsi, baik untuk kebutuhan harian maupun pembelian barang tahan lama.
Sebaran Optimisme di Berbagai Kota
Secara geografis, mayoritas kota mencatatkan peningkatan keyakinan, dengan lonjakan tertinggi terjadi di Pontianak, Semarang, dan Jakarta.
Kota-kota ini menunjukkan dinamika ekonomi lokal yang cukup positif, baik dari sisi lapangan kerja maupun pendapatan masyarakat.
Namun, tidak semua daerah merasakan hal yang sama, sebab Medan, Makassar, Surabaya, dan Mataram justru mencatatkan penurunan indeks.
BI menilai perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi kondisi sektor usaha dan pasar tenaga kerja di masing-masing wilayah.
Kondisi Ekonomi Saat Ini Tetap Stabil
Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada Juli 2025 berada di 106,6, nyaris sama dengan bulan sebelumnya yang sebesar 106,7.
Stabilitas ini menunjukkan persepsi masyarakat terhadap penghasilan dan kemampuan membeli barang tahan lama relatif terjaga.
Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) mencapai 117,8, sedangkan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) berada di level 106,6.
Kedua komponen ini mengindikasikan konsumen masih berani melakukan pembelian di luar kebutuhan pokok.
Tantangan di Pasar Tenaga Kerja
Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) naik menjadi 95,3, namun masih berada di zona pesimis di bawah angka 100.
Kondisi ini menandakan peluang kerja belum sepenuhnya terbuka luas, meski ada perbaikan di beberapa kota seperti Pontianak, Semarang, dan Bandar Lampung.
Sementara itu, sejumlah kota seperti Makassar, Medan, dan Pangkal Pinang mengalami penurunan persepsi terhadap ketersediaan kerja.
BI menekankan perlunya kebijakan daerah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru agar kepercayaan konsumen makin kuat.
Harapan Enam Bulan ke Depan Meningkat
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2025 mencapai 129,6, naik dari 128,9 pada Juni.
Peningkatan ini dipicu kenaikan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) menjadi 136,4 dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) menjadi 125,0.
Menariknya, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) juga menguat ke 127,5 dari sebelumnya 124,1.
Secara spasial, kenaikan IEK terbesar tercatat di Manado, Pontianak, dan Semarang, sementara penurunan terbesar ada di Medan, Mataram, dan Surabaya.











