Investor Tunggu Kejelasan Arah Baru Astra
JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar modal kini menaruh perhatian penuh pada langkah besar PT Astra International Tbk (ASII) yang tengah menjalani strategic review menyeluruh atas portofolio bisnisnya.
Riset Indo Premier Sekuritas menyebut, hasil kajian strategis tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat dan bisa membawa perubahan signifikan terhadap arah bisnis, alokasi modal, serta strategi pertumbuhan ASII.
Kajian ini mencakup evaluasi terhadap bisnis eksisting, peluang divestasi, hingga strategi ekspansi baru di sektor-sektor dengan potensi jangka panjang yang sejalan dengan target perseroan.
Indo Premier menilai, investor menanti kejelasan ini karena hasil review bisa menentukan arah imbal hasil, valuasi, hingga proyeksi kinerja saham ASII dalam beberapa tahun ke depan.
Potensi Divestasi Aset Non-Core
Salah satu poin penting dari kajian strategis adalah kemungkinan divestasi aset yang dianggap tidak lagi relevan dengan tujuan jangka panjang.
Astra selama ini dikenal sebagai konglomerasi dengan portofolio luas, mulai dari otomotif, jasa keuangan, infrastruktur, hingga pertambangan, sehingga ruang efisiensi masih terbuka lebar.
Indo Premier menekankan bahwa divestasi dapat memperkuat fleksibilitas modal ASII untuk diarahkan ke sektor-sektor yang lebih prospektif.
Bagi investor, hal ini bisa menjadi sinyal restrukturisasi besar yang berdampak langsung pada proyeksi pertumbuhan laba maupun pembagian dividen.
Fokus Ekspansi ke Infrastruktur dan Logistik
Selain evaluasi bisnis lama, ASII juga menunjukkan arah ekspansi baru, terutama pada sektor infrastruktur jalan tol di luar Jawa dan secara selektif di Jawa, selama valuasinya menarik.
Perseroan juga masuk agresif ke sektor logistik modern dengan langkah strategis, termasuk penandatanganan CSPA untuk mengakuisisi 83,67% saham Mega Manunggal Property (MMLP) pada Juli 2025.
Sebelumnya, pada Maret 2025, ASII juga telah menambah kepemilikan dua pergudangan modern di kawasan Cikarang Park, menegaskan komitmen di bisnis logistik.
Riset Indo Premier menilai strategi ini konsisten dengan tren pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan distribusi rantai pasok nasional yang semakin kuat.
Langkah Serius di Bisnis Data Centre dan Kesehatan
Di luar logistik, ASII juga menaruh perhatian pada bisnis data centre yang menjadi salah satu sektor masa depan dengan pertumbuhan tinggi di Indonesia.
Astra menilai infrastruktur digital adalah kunci mendukung transformasi bisnis dan ekosistem industri, sehingga investasi di sektor ini berpotensi menjadi katalis jangka panjang.
Selain itu, sektor kesehatan juga masuk radar dengan komitmen investasi hingga US$ 1 miliar sampai 2030, bergantung pada ketersediaan aset strategis.
ASII bahkan telah meningkatkan kepemilikan di PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menjadi 10% per akhir Juli 2025, sekaligus menyiapkan ekosistem HMO (Health Maintenance Organization) yang terintegrasi.
Transisi Energi: Kurangi Batu Bara, Tambah Logam
Riset Indo Premier juga menyoroti upaya Astra melalui anak usahanya, United Tractors (UNTR), untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara.
Sebagai gantinya, Astra memperbesar eksposur pada aset logam yang lebih sejalan dengan arah transisi energi global, terutama untuk mendukung kebutuhan material kendaraan listrik.
Langkah ini dinilai sebagai strategi mitigasi risiko jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Astra dalam sektor energi berkelanjutan.
Respons Pasar dan Rekomendasi Analis
Meski berbagai langkah ekspansi diumumkan, saham Astra International (ASII) masih tertekan dengan pelemahan 1,47% ke Rp 5.025 pada perdagangan Jumat (15/8/2025).
Indo Premier mempertahankan rekomendasi hold untuk saham ASII, dengan target harga di Rp 5.300, mencerminkan potensi kenaikan yang terbatas.
Namun, analis Aurelia Barus dan Halima Yefany menekankan, hasil strategic review bisa menjadi game changer yang mendorong perubahan signifikan pada valuasi dan rekomendasi ke depan.
Pasar kini menunggu dengan penuh antisipasi, karena arah baru yang dipilih Astra akan menjadi katalis utama pergerakan harga saham ASII dalam jangka pendek maupun panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












