FUTR DIhentikan Sementara Oleh BEI
JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) mulai sesi I Selasa, 19 Agustus 2025.
Keputusan suspensi ini muncul setelah saham FUTR melesat 1.100% hanya dalam satu tahun terakhir, dari Rp14 pada Agustus 2024 menjadi Rp168 per saham pada Agustus 2025.
Dalam pengumumannya, BEI menegaskan suspensi dilakukan demi melindungi investor dari risiko perdagangan yang tidak wajar akibat lonjakan harga kumulatif yang terlalu tinggi.
“Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Futura Energi Global di pasar reguler dan tunai mulai sesi I, 19 Agustus 2025, sampai dengan pengumuman lebih lanjut,” tulis otoritas bursa.
Suspensi FUTR menimbulkan kegelisahan di kalangan investor ritel yang terlanjur tergiur imbal hasil spektakuler dalam tempo singkat.
Euforia Kenaikan Saham FUTR yang Tak Terbendung
Dalam sepekan terakhir, saham FUTR melesat 51,35% dan dalam sebulan naik lebih dari 200%.
Jika dihitung sejak 15 Juli 2025, harga saham FUTR terbang dari Rp56 menjadi Rp168 hanya dalam waktu satu bulan.
Lonjakan tak wajar ini membuat saham FUTR masuk radar pengawasan khusus BEI, sebelum akhirnya dihentikan perdagangannya.
Investor lama yang membeli saham FUTR setahun lalu di level Rp14 kini menatap potensi keuntungan 1.100%, namun peluang merealisasikan profit tertahan oleh keputusan suspensi.
Fenomena ini kembali memunculkan perdebatan klasik tentang apakah lonjakan ekstrem saham gorengan benar-benar mencerminkan fundamental perusahaan.
Arah Baru Futura Energi: Pergantian Pengendali Saham
Di tengah kontroversi suspensi, muncul kabar mengejutkan mengenai rencana pergantian pengendali FUTR.
PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) tengah menegosiasikan pembelian 49,325% saham FUTR milik PT Digital Futurama Global (DFG), pemegang saham pengendali saat ini.
Menurut keterangan resmi perusahaan, kedua pihak telah menandatangani term sheet pada 15 Agustus 2025, sebagai langkah awal transaksi akuisisi.
Direktur Utama FUTR, Tonny Agus Mulyantono, menyebut negosiasi dilakukan langsung antara pihak DFG dan Ardhantara tanpa perantara.
Jika akuisisi rampung, Ardhantara akan resmi menjadi pengendali baru FUTR menggantikan DFG yang saat ini memegang mayoritas saham.
Jejak Kepemilikan FUTR yang Penuh Dinamika
Perubahan pengendali FUTR bukan hal baru, mengingat perusahaan ini baru saja berganti tangan kurang dari setahun lalu.
Pada Oktober 2024, PT Hexa Prima Nusantara resmi mengambil alih FUTR yang kala itu masih bernama PT Lini Imaji Kreasi Tbk.
Pasca akuisisi, nama perusahaan diubah menjadi PT Futura Energi Global Tbk dengan fokus bisnis baru yang lebih menekankan pada sektor energi.
Kini, hanya berselang sepuluh bulan, kendali perusahaan kembali berpindah dengan masuknya Ardhantara sebagai calon pengendali baru.
Frekuensi perubahan pemilik dalam waktu singkat memunculkan pertanyaan serius mengenai arah strategis perusahaan ini ke depan.
Investor di Persimpangan: Antara Risiko dan Harapan
Bagi sebagian investor, suspensi FUTR justru dianggap momentum evaluasi rasional sebelum tren harga berlanjut.
Namun bagi trader yang masuk pada level harga tinggi, keputusan BEI membawa risiko kerugian besar apabila saham kembali diperdagangkan dengan koreksi tajam.
Kabar masuknya Ardhantara juga menambah dinamika karena perubahan pengendali biasanya berdampak pada strategi bisnis dan prospek fundamental.
Sejumlah analis menilai, arah bisnis FUTR ke depan sangat bergantung pada seberapa jauh Ardhantara mampu mengubah strategi perusahaan menjadi lebih sehat.
Investor kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dengan harapan kenaikan berlanjut atau keluar setelah suspensi dicabut untuk menghindari risiko lebih besar.
Bayangan Masa Depan Saham FUTR
Suspensi yang diberlakukan BEI menjadi sinyal keras bahwa euforia pasar perlu diseimbangkan dengan perlindungan investor.
FUTR saat ini berada di titik krusial, di mana keputusan pergantian pengendali bisa menjadi peluang sekaligus risiko besar bagi pemegang saham.
Pasar modal kembali diingatkan bahwa reli harga spektakuler tidak selalu berbanding lurus dengan fundamental perusahaan.
Investor ritel harus lebih cermat dalam membaca sinyal, karena keputusan regulator maupun aksi korporasi mendadak dapat mengubah arah investasi secara drastis.
Dengan suspensi belum jelas kapan akan dicabut, tensi investor atas saham FUTR dipastikan masih akan terus memanas.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


