BI Rate Turun di Luar Ekspektasi
JAKARTA, BursaNusantara.com – Bank Indonesia (BI) kembali membuat kejutan dengan memangkas BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5%, di luar ekspektasi konsensus yang memprediksi suku bunga tetap.
Keputusan ini menandai total pemangkasan 100 bps sejak awal 2025, memperlihatkan arah kebijakan moneter yang semakin akomodatif.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan langkah tersebut ditempuh untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah stabilitas rupiah dan inflasi yang terjaga di kisaran target 1,5–3,5%.
Perry juga menambahkan bahwa ruang penurunan lanjutan masih terbuka jika kondisi ekonomi global dan domestik mendukung.
Stockbit Sekuritas dalam riset Kamis (21/8/2025) menyebut kebijakan BI berpotensi mendorong ekspansi kredit dan konsumsi masyarakat.
Bloomberg melaporkan pemangkasan dua bulan beruntun ini sinyal kuat bahwa BI ingin menyelaraskan arah kebijakan dengan target pemerintah.
RAPBN 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4% yoy, lebih tinggi dari realisasi semester I-2025 yang sebesar 4,99% yoy.
Outlook APBN 2025 berada pada kisaran 4,7–5% yoy, sedangkan proyeksi internal BI mematok pertumbuhan 2025 di 5,1% yoy.
Target tersebut menegaskan optimisme bahwa kebijakan moneter longgar bisa menjaga ekonomi tetap ekspansif.
Dampak Langsung ke Pasar Modal
Merespons keputusan BI, IHSG ditutup menguat 1,03% pada Rabu (20/8/2025).
Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun relatif stabil di 6,402%, hanya turun 1 bps.
Kurs rupiah melemah tipis 0,15% ke Rp 16.270 per dolar AS, menunjukkan pelemahan moderat di tengah arus modal asing.
Sektor jasa keuangan naik 1,18% sementara sektor properti melonjak 2,56% karena paling diuntungkan dari pemangkasan suku bunga.
Investor melihat peluang emas pada saham perbankan dan properti yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
Saham Perbankan Jadi Buruan
Saham BBTN mendapat rekomendasi trading buy dengan target harga Rp 1.380.
Support berada di Rp 1.280 dan resistance Rp 1.380, dengan stop loss di Rp 1.180.
Saham BBNI juga masuk radar dengan target Rp 4.490.
Level support Rp 4.330 dan resistance Rp 4.490, dengan batas stop loss Rp 4.170.
Sektor perbankan diprediksi mempercepat penyaluran kredit seiring turunnya biaya dana.
Saham Properti Semakin Menggiurkan
CTRA mendapat rekomendasi beli dengan target Rp 1.080.
Level support di Rp 1.035 dan resistance Rp 1.080, dengan stop loss Rp 990.
Saham SMRA disarankan trading buy dengan target Rp 480.
Support berada di Rp 450 dan resistance Rp 480, dengan stop loss Rp 420.
PWON berpotensi menguat menuju target Rp 406.
Support Rp 382, resistance Rp 406, dan stop loss Rp 358.
Properti mendapat sentimen positif karena penurunan bunga mendorong permintaan KPR dan investasi.
Sektor Infrastruktur Ikut Didorong
Saham SMGR mendapat rekomendasi trading buy dengan target Rp 2.860.
Support di Rp 2.740, resistance Rp 2.860, dengan stop loss Rp 2.620.
Turunnya BI Rate memberi napas baru bagi sektor konstruksi dan semen.
Permintaan semen diyakini meningkat karena proyek perumahan dan infrastruktur tumbuh seiring kredit yang lebih murah.
Investor melihat SMGR sebagai proxy utama pemulihan sektor bahan bangunan.
Arah Kebijakan ke Depan
Pasar kini menanti sinyal lanjutan apakah BI akan kembali menurunkan suku bunga di kuartal IV-2025.
Kebijakan ini berpotensi menjaga daya beli dan mempercepat realisasi investasi.
Namun, pelemahan rupiah tetap menjadi risiko utama jika pemangkasan dilakukan terlalu agresif.
Investor global masih mencermati langkah The Fed, yang mempengaruhi arus modal masuk ke emerging market termasuk Indonesia.
Meski demikian, BI yakin ruang stimulus masih cukup luas karena inflasi tetap rendah.
Kondisi ini membuat saham bank, properti, dan semen semakin menarik untuk diburu investor jangka pendek maupun panjang.
Pasar modal kini menjadi panggung utama untuk mengukur efektivitas kebijakan moneter BI.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












