Geser Kebawah
HeadlinePasar

Minyak Dunia Naik, Pasar Gelisah Tunggu Perkembangan Rusia–Ukraina

229
×

Minyak Dunia Naik, Pasar Gelisah Tunggu Perkembangan Rusia–Ukraina

Sebarkan artikel ini
Minyak Dunia Naik, Pasar Gelisah Tunggu Perkembangan Rusia–Ukraina
Harga minyak global menguat pekan ini, didorong turunnya stok AS dan tensi Rusia–Ukraina, meski dibayangi kontraksi ekonomi Jerman.

Minyak Global Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak mentah dunia kembali ditutup naik pada Jumat (22/8/2025) meski tipis, menandai reli mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir di tengah ketidakpastian geopolitik Rusia–Ukraina.

Kontrak minyak Brent bertambah 6 sen atau 0,09% menjadi US$67,73 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik 14 sen atau 0,22% ke US$63,66 per barel.

Sponsor
Iklan

Dalam sepekan, Brent tercatat naik 2,9% dan WTI menguat 1,4%, menunjukkan pemulihan harga setelah tren pelemahan sebelumnya.

Sentimen pasar terutama tertekan lambatnya perkembangan upaya gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang belum menghasilkan terobosan berarti.

Analis UBS Giovanni Staunovo menegaskan investor masih menanti sikap Presiden Donald Trump, meski sinyal perundingan damai belum terlihat jelas dalam waktu dekat.

Eskalasi Konflik Perang Rusia–Ukraina

Ketidakpastian pasokan kembali membayangi setelah Rusia melancarkan serangan udara di wilayah perbatasan Ukraina dengan Uni Eropa pada Kamis (21/8/2025).

Sebaliknya, Ukraina mengklaim berhasil menyerang kilang minyak Rusia serta fasilitas pompa minyak Unecha yang vital bagi jalur pipa Druzhba menuju Eropa.

Serangan itu menimbulkan risiko penghentian pasokan minyak Rusia ke Hungaria dan Slovakia setidaknya selama lima hari.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar, apalagi Amerika Serikat disebut siap memperketat sanksi ekonomi jika peluang gencatan senjata semakin mengecil.

Kondisi ini menegaskan bahwa perang yang telah berlangsung lebih dari 3,5 tahun masih jauh dari kata selesai, memperbesar volatilitas harga energi global.

Stok Minyak AS dan Rig Turun

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak turut ditopang laporan penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.

Administrasi Informasi Energi (EIA) mencatat penurunan sebesar 6 juta barel pada pekan yang berakhir 15 Agustus, jauh di atas ekspektasi 1,8 juta barel.

Data itu memberi sinyal permintaan lebih kuat dari perkiraan, sehingga menjadi katalis positif bagi harga minyak di pasar global.

Baker Hughes juga melaporkan jumlah rig aktif di AS kembali turun satu menjadi 538 unit, mencatat penurunan keempat dalam lima pekan terakhir.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan perlambatan suplai minyak dan gas dari produsen terbesar dunia, menambah dorongan bagi tren penguatan harga.

Bayangan Ekonomi Jerman dan The Fed

Namun reli minyak tak lepas dari hambatan, terutama data ekonomi Jerman yang menunjukkan kontraksi 0,3% pada kuartal II 2025.

Kabar itu memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi di Eropa, mengingat Jerman adalah motor utama ekonomi kawasan.

Meski begitu, sinyal dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell memberi sedikit penyeimbang, dengan indikasi kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September.

Suku bunga lebih rendah biasanya memperkuat pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kebutuhan energi global.

Pasar kini menanti kepastian langkah The Fed, sambil terus mencermati eskalasi Rusia–Ukraina yang masih menjadi faktor dominan arah harga minyak.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.