Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Proyeksi Saham DEWA: Ekspansi Tambang & Kontrak Baru 2026

361
×

Proyeksi Saham DEWA: Ekspansi Tambang & Kontrak Baru 2026

Sebarkan artikel ini
Proyeksi Saham DEWA Ekspansi Tambang & Kontrak Baru 2026
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) incar operasional penuh di Bengalon & kontrak baru Arutmin. Analis proyeksi kenaikan pendapatan. Cek target harga & rencana capex DEWA!

DEWA Incar Operasional Penuh di Bengalon, Analis Prediksi Pendapatan Melonjak

JAKARTA – Emiten jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), tengah bersiap memacu mesin ekspansinya di tahun 2026. Fokus utama perseroan kini tertuju pada pengambilalihan operasional penuh di tambang Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) serta perburuan sejumlah kontrak strategis baru.

Langkah berani ini diproyeksikan akan mengubah peta fundamental DEWA, seiring dengan target harga saham yang dipatok lebih tinggi oleh sejumlah analis pasar modal.

Sponsor
Iklan

Strategi Bengalon dan Ekspansi Kontrak Baru

Darma Henwa menargetkan transisi besar di tambang Bengalon setelah masa kontrak sebagai sub-kontraktor berakhir pada pengujung 2025. Proses pengosongan lokasi dijadwalkan rampung pada kuartal I-2026, yang akan membuka jalan bagi DEWA untuk beroperasi secara mandiri dan penuh.

Tak berhenti di situ, DEWA juga mengincar:

  • Satu kontrak baru dari PT Arutmin Indonesia.
  • Dua kontrak tambahan di luar ekosistem KPC-Arutmin untuk mendiversifikasi portofolio.

Memperkuat Likuiditas Melalui Sindikasi Pinjaman

Guna memuluskan rencana belanja modal (capex) dan modal kerja, DEWA tengah menjajaki instrumen pendanaan jangka pendek serta pembentukan sindikasi pinjaman. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Irsyady Hanief, menilai langkah ini sangat memungkinkan berkat perbaikan struktur permodalan perseroan.

“Upaya itu dimungkinkan oleh peningkatan fleksibilitas neraca keuangan, seiring proses reklasifikasi ekuitas yang sedang berjalan,” tulis Irsyady dalam riset terbarunya.

Outlook 2026: Volume Melambung, Profitabilitas Bertahap

Berdasarkan riset Henan Putihrai Sekuritas, volume pengupasan lapisan penutup (overburden removal/OB) DEWA diasumsikan melonjak ke level 158-164 juta bcm pada periode 2026-2027. Kenaikan volume ini diprediksi akan mengerek pendapatan serta memperbaiki laba kotor seiring efisiensi dari penurunan biaya sub-kontrak.

Namun, investor perlu mencermati bahwa ekspansi margin mungkin akan terbatas dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan capex yang besar untuk pengadaan alat berat baru guna mendukung peningkatan kapasitas operasional.

Meskipun mengambil sikap konservatif terhadap estimasi laba bersih 2026 jika dibandingkan dengan konsensus pasar, analis melihat bahwa arah pertumbuhan DEWA kini jauh lebih terukur dengan aliran pendapatan yang semakin jelas.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.