Misteri Saham HUMI: Harga Loncat Drastis, Manajemen Mengaku Tak Tahu Menahu
JAKARTA – Lonjakan harga saham PT Humpuss Maritama Internasional Tbk (HUMI) yang sangat agresif akhirnya menarik perhatian ketat dari Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menanggapi surat permintaan penjelasan dari regulator, manajemen HUMI memberikan klarifikasi resmi yang cukup mengejutkan bagi para pelaku pasar.
Meski harga saham bergerak di luar kewajaran, manajemen menegaskan bahwa kondisi internal perusahaan tetap berjalan normal tanpa adanya “agenda rahasia”.
Klarifikasi Manajemen: Operasional Tetap Stabil
Melalui keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan HUMI menegaskan bahwa tidak ada fakta material atau kejadian penting yang disembunyikan dari publik.
Perusahaan menyatakan tidak memiliki informasi mengenai aktivitas spesifik pemegang saham atau rumor pasar yang bisa memicu volatilitas harga tersebut.
“Kami tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal yang belum disampaikan kepada publik,” tulis manajemen dalam keterangannya.
Belum Ada Rencana Aksi Korporasi Baru
Bagi investor yang berspekulasi akan adanya Merger atau Acquisition (M&A), manajemen HUMI menegaskan bahwa dalam jangka pendek (minimal 3 bulan ke depan), tidak ada rencana aksi korporasi besar yang sedang digodok.
Semua rencana yang sedang berjalan saat ini adalah program-program lama yang sudah diumumkan sebelumnya dan masih dalam koridor realisasi rutin.
Perusahaan juga memastikan tidak ada perubahan strategis dalam operasional bisnis yang bisa dikaitkan langsung dengan lonjakan harga saham.
Murni Mekanisme Pasar atau Spekulasi?
Tanpa adanya transaksi besar dari pemegang saham pengendali, kenaikan harga saham HUMI saat ini disimpulkan murni sebagai hasil dari dinamika permintaan dan penawaran di pasar bursa.
Analis pasar modal mengingatkan bahwa ketika manajemen memberikan klarifikasi “tidak tahu”, maka risiko technical correction (koreksi harga) menjadi lebih besar jika didorong oleh spekulasi jangka pendek.
Investor dihimbau untuk selalu memantau kanal keterbukaan informasi resmi sebelum mengambil keputusan beli di harga tinggi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







