Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Ramalan Gila BofA: Emas Tembus $6.000 di Musim Semi 2026!

342
×

Ramalan Gila BofA: Emas Tembus $6.000 di Musim Semi 2026!

Sebarkan artikel ini
Ramalan Gila BofA Emas Tembus $6.000 di Musim Semi 2026!
Bank of America prediksi harga emas capai $6.000 per troy ons pada 2026. Penurunan pasokan & lonjakan biaya produksi jadi pemicu utama. Simak analisis lengkapnya!

Ledakan Harga Emas: Bank of America Prediksi Rekor $6.000 di Musim Semi 2026!

JAKARTA – Pasar komoditas dunia diguncang oleh proyeksi paling agresif di awal tahun 2026. Raksasa perbankan Amerika Serikat, Bank of America (BofA), secara resmi menaikkan target harga emas dunia ke angka fantastis: $6.000 per troy ons.

Angka ini bukan hanya sekadar mimpi, melainkan target yang menempatkan emas lebih dari 20% di atas level tertinggi sepanjang masa (All-Time High).

Sponsor
Iklan

Sejarah Berulang: Siklus Bullish 300%

Analis BofA, Michael Hartnett, dalam catatannya kepada klien (24/1/2026), menjelaskan bahwa pola sejarah menunjukkan kenaikan harga emas rata-rata melewati 300% dalam 43 bulan selama empat siklus bullish terakhir.

“Jika sejarah menjadi panduan, kita akan melihat harga emas menyentuh $6.000 pada musim semi 2026,” tegas Hartnett. Proyeksi ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang saat ini baru saja bersiap menyambut level $5.000.

Krisis Pasokan: Produksi Menurun, Biaya Membengkak

Mengapa harga emas bisa melambung setinggi itu? Kepala Riset Logam BofA, Michael Widmer, menyoroti dua faktor fundamental yang mencekik pasar:

  1. Penurunan Output: 13 penambang utama di Amerika Utara diprediksi hanya akan menghasilkan 19,2 juta ons tahun ini, turun 2% dibanding tahun 2025.
  2. Biaya Produksi Melonjak: Biaya rata-rata untuk menambang emas diperkirakan naik 3% menjadi $1.600 per troy ons, berada di atas konsensus pasar.

“Jenuh Beli tapi Kurang Investasi”

Fenomena unik terjadi saat ini. Widmer menekankan bahwa meskipun pasar terlihat sangat jenuh beli (overbought), secara fundamental emas sebenarnya masih kurang diinvestasikan (under-invested) oleh lembaga besar.

“Emas terus menonjol sebagai lindung nilai (hedging) dan sumber alpha bagi investor di tahun 2026. Reli ini tidak akan berakhir hanya karena harga naik, tapi hanya ketika pendorong mendasarnya memudar,” tambahnya.

Bagi para investor, pesan dari BofA ini sangat jelas: Emas bukan lagi sekadar aset aman, melainkan mesin pertumbuhan portofolio utama di tengah ketidakpastian ekonomi global tahun ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.