Geser Kebawah
Internasional

Trump, Meme Penguin, dan Ambisi “Kubah Emas” di Greenland

259
×

Trump, Meme Penguin, dan Ambisi “Kubah Emas” di Greenland

Sebarkan artikel ini
Trump, Meme Penguin, dan Ambisi Kubah Emas di Greenland
Heboh foto AI Trump & penguin di Greenland. Di balik ejekan netizen, terungkap ambisi AS kuasai mineral langka & basis rudal Arktik 2026. Simak rinciannya!

Diplomasi "Penguin" Trump: Blunder Digital atau Taktik Klaim Greenland 2026?

DAVOS – Dunia maya digemparkan oleh unggahan akun resmi Gedung Putih yang menampilkan Presiden Donald Trump berjalan di atas es Greenland bersama seekor penguin yang memegang bendera AS.

Meski dimaksudkan sebagai simbol kedekatan, unggahan bertajuk “Bersiaplah Penguin” ini justru memicu badai kritik dan ejekan global karena kesalahan fakta biologis yang fatal.

Sponsor
Iklan

Blunder Geografi yang Menjadi Meme Global

Netizen dengan cepat menunjukkan bahwa penguin adalah penghuni belahan bumi selatan (Antartika), sementara Greenland berada di Kutub Utara (Arktik). “Anda tidak akan menemukan penguin di Arktik,” tegas jurnalis kawakan Pippa Crerar.

Ejekan semakin liar dengan kembalinya memori “Penguin Nihilis” dari dokumenter Werner Herzog (2007) yang kini kembali viral sebagai simbol kebijakan luar negeri AS yang dianggap absurd oleh sebagian pihak.

Lebih dari Sekadar Lelucon: Strategi AI dan Klaim Wilayah

Namun, para pakar strategi melihat ini bukan sekadar kesalahan tim media sosial. Tim Trump secara aktif menggunakan visual AI untuk menanamkan narasi bahwa Greenland adalah bagian dari keamanan nasional AS.

  • Peta Ekspansi: Sebelumnya, Trump mengunggah peta AS yang menyatukan Greenland dan Venezuela.
  • Greenland Wilayah AS 2026: Trump bahkan memamerkan visual bersama Wapres Vance dengan papan bertuliskan “Greenland – Wilayah est 2026”.

Mengapa AS Begitu Terobsesi dengan Greenland?

Di balik ketegangan diplomatik dengan Denmark, Trump tetap bersikeras di Forum Davos bahwa kontrol atas Greenland “tidak dapat dinegosiasikan.” Alasan utamanya mencakup dua pilar:

  1. Benteng Pertahanan & “Kubah Emas”: Greenland adalah lokasi Pangkalan Udara Thule, pos peringatan dini rudal balistik AS. Trump berencana membangun “Kubah Emas” (sistem pertahanan udara canggih) di sana untuk membendung pengaruh Tiongkok di jalur Arktik.
  2. Harta Karun Logam Tanah Jarang: Mencairnya es akibat perubahan iklim membuka akses ke mineral bawah tanah yang sangat langka. Logam ini adalah bahan baku utama baterai kendaraan listrik dan teknologi militer tinggi, yang saat ini masih didominasi oleh Tiongkok.

Respon Denmark dan Uni Eropa

Langkah provokatif ini memicu kemarahan di Kopenhagen dan Brussel. Denmark secara tegas menyatakan bahwa “Greenland tidak untuk dijual” dan kedaulatan wilayah otonom tersebut berada di tangan rakyatnya dan Kerajaan Denmark.

Meski Trump mengancam akan menaikkan tarif perdagangan terhadap negara-negara Eropa sebagai alat tekan, perseteruan memperebutkan “harta karun Kutub Utara” ini diprediksi akan menjadi konflik geopolitik paling panas di tahun 2026.