BBRI: Penurunan dan Penyebabnya
Jakarta, BursaNusantara.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan signifikan hingga 28% sepanjang 2024. Saham ini kini berada di level Rp4.100, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor terkait prospek bisnis dan keuangan ke depan.
Menurut analisis Verdhana, tekanan jual yang besar terhadap saham BBRI disebabkan oleh meningkatnya write-off pada segmen kredit mikro dan ultramikro. Ini diprediksi menjadi tantangan utama bagi BBRI hingga 2026.
“Kami pikir BBRI perlu mengalihkan fokus ke segmen komersial atau korporasi untuk menjaga pertumbuhan yang stabil,” tulis Verdhana dalam risetnya yang dirilis Minggu (29/12/2024).
Prediksi Kinerja Keuangan
Verdhana memproyeksikan preprovision operating profit (PPOP) BBRI tahun 2024 mencapai Rp115 triliun, dengan prediksi naik menjadi Rp119 triliun pada 2025 dan Rp123 triliun pada 2026. Laba bersih juga diperkirakan meningkat:
- 2024: Rp61,7 triliun
- 2025: Rp62 triliun
- 2026: Rp63,6 triliun
Namun, Verdhana mencatat beberapa risiko seperti memburuknya kondisi makroekonomi nasional dan perubahan regulasi yang dapat memengaruhi biaya dana.
Rekomendasi dan Target Harga
Meski menghadapi tekanan, Verdhana tetap merekomendasikan buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp5.400. Target ini dihitung berdasarkan analisis DuPont dengan asumsi price-to-book value (PBV) sebesar 2,5 kali dan price-to-earnings ratio (PER) 13,1 kali.
Risiko utama yang dihadapi BBRI meliputi:
- Perubahan regulasi yang meningkatkan biaya dana.
- Pemburukan kualitas aset akibat pelemahan daya beli.
- Kenaikan biaya operasional (opex) yang melampaui prediksi.
Langkah BBRI ke Depan
Pada 2025, BBRI diperkirakan akan mengurangi pencarian kredit usaha rakyat (KUR) dan Kupedes, serta menyesuaikan skema asuransi. Langkah ini dapat memengaruhi lending rate perusahaan, sekaligus menjadi strategi untuk menjaga stabilitas margin bunga bersih (NIM).
Selain itu, perubahan manajemen yang kemungkinan mengarah pada penyesuaian kebijakan kredit dan biaya kredit juga menjadi salah satu perhatian utama.
Kesimpulan
Saham BBRI tetap memiliki prospek positif di tengah tantangan. Dengan target harga Rp5.400, ini adalah peluang bagi investor yang percaya pada fundamental kuat BBRI. Namun, risiko-risiko seperti kondisi makroekonomi dan perubahan regulasi harus terus dipantau.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









