Purbaya Beri Ultimatum Tegas: "Saya Mau Bea Cukai Kerja Maksimal, Bukan Optimal!"
JAKARTA – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Purbaya Yudhi Sadewa, secara mengejutkan mengeluarkan “kartu kuning” kepada jajarannya. Dalam arahan strategis terbarunya, Purbaya menegaskan bahwa standar kinerja “optimal” tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan ekonomi nasional saat ini.
Ia menuntut seluruh pejabat dan petugas di lapangan untuk mencapai hasil yang “maksimal”.
Ultimatum ini bukan sekadar retorika, melainkan pesan kuat bahwa Bea Cukai harus menjadi mesin pertumbuhan yang lebih agresif dalam mengamankan penerimaan negara.
Bukan Sekadar Optimal, Tapi Melampaui Batas
Dalam dunia administrasi publik, istilah “optimal” sering kali dianggap sebagai titik keseimbangan yang aman. Namun, bagi Purbaya, zona nyaman tersebut harus ditinggalkan.
Ia menekankan bahwa efisiensi birokrasi, penegakan hukum di sektor kepabeanan, dan pelayanan cukai harus berada di level tertinggi untuk menekan kebocoran fiskal.
“Saya tidak mau dengar kata optimal lagi. Optimal itu hanya mencukupi. Saya mau maksimal!” tegas Purbaya dalam pernyataannya yang viral di kalangan pelaku industri (28/1).
Sinyal Hijau bagi Pasar dan Investor
Para analis pasar modal menilai instruksi ini sebagai langkah krusial untuk memperbaiki trust publik dan efisiensi logistik nasional.
Dengan pengawasan yang lebih ketat namun tetap berfokus pada kemudahan layanan, diharapkan biaya logistik dapat ditekan dan penyelundupan dapat diminimalisir secara signifikan.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya harmonisasi kebijakan fiskal agar target pendapatan negara dalam APBN dapat tercapai, bahkan melampaui proyeksi di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Transformasi Mentalitas Birokrasi
Pernyataan keras ini diharapkan mampu mengubah mentalitas kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fokus utama Purbaya meliputi:
- Akselerasi Digitalisasi: Memangkas prosedur manual yang menghambat arus barang.
- Integritas Tanpa Kompromi: Menutup celah pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang.
- Optimalisasi Cukai: Menggali potensi penerimaan baru tanpa mengganggu daya beli masyarakat.
Gebrakan Purbaya ini mengirimkan pesan jelas kepada pasar: Bea Cukai sedang bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang lincah dan berorientasi pada hasil nyata.










