Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

BEI Lawan MSCI! Tuntut Kesetaraan Data Demi Saham RI

162
×

BEI Lawan MSCI! Tuntut Kesetaraan Data Demi Saham RI

Sebarkan artikel ini
BEI Lawan MSCI! Tuntut Kesetaraan Data Demi Saham RI
BEI tuntut MSCI terapkan "Equal Treatment" soal data free float. Apa dampaknya bagi market capital Indonesia? Klik untuk analisis lengkap dan prospeknya!

Gebrakan BEI: Tuntut MSCI Adil ke Indonesia, Siap Perjuangkan Nasib Emiten Jumbo

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara tegas mendesak indeks global MSCI untuk menerapkan prinsip equal treatment atau kesetaraan perlakuan.

Langkah berani ini diambil setelah MSCI memberikan sorotan tajam pada transparansi data free float saham-saham di tanah air. BEI menilai, standar yang diterapkan MSCI harus adil dan setara dengan perlakuan mereka terhadap bursa-bursa besar lainnya di dunia.

Sponsor
Iklan

Oleh karena itu, Direktur Utama BEI menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Selain itu, manajemen bursa terus menjalin komunikasi intensif guna memastikan metodologi MSCI tidak merugikan bobot pasar modal Indonesia di mata investor global.

Alasan di Balik Tuntutan “Equal Treatment”

BEI melihat adanya inkonsistensi dalam penerapan aturan klasifikasi pemegang saham oleh indeks internasional. Menurut otoritas bursa, banyak emiten di Indonesia sudah memenuhi standar keterbukaan informasi yang sangat ketat.

Namun, metodologi MSCI terkadang memberikan interpretasi yang berbeda terhadap kepemilikan saham oleh korporasi lokal, yang kemudian berdampak pada pengurangan bobot indeks.

Namun, jika tuntutan kesetaraan ini berhasil, maka kepercayaan diri pasar modal Indonesia diprediksi akan melonjak tajam. BEI ingin memastikan bahwa setiap emiten Indonesia mendapatkan penilaian yang objektif berdasarkan data publik yang tersedia secara transparan.

Dampak pada Likuiditas dan Aliran Modal Asing

Ketegasan BEI ini sangat krusial bagi likuiditas pasar. Sebagai catatan, jika bobot Indonesia di MSCI turun, risiko aliran modal keluar (outflow) dari dana kelolaan asing akan meningkat. Sebaliknya, dengan adanya equal treatment, saham-saham blue chip Indonesia bisa kembali menjadi primadona bagi pengelola dana global.

Pihak bursa yakin bahwa sinkronisasi data dengan standar internasional adalah kunci utama. Meskipun demikian, BEI tetap menjaga kedaulatan aturan domestik agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi yang justru membingungkan pelaku pasar.

Menuju Standar Baru Pasar Modal RI

Langkah diplomasi finansial ini merupakan bagian dari visi besar BEI untuk naik kelas. Dengan memperjuangkan hak emiten di kancah internasional, BEI membuktikan posisinya bukan sekadar pengelola pasar, melainkan pelindung kepentingan investor dan emiten.

Fokus pada transparansi dan keadilan data diharapkan mampu membawa bursa Indonesia ke level yang lebih kompetitif pada 2026.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.