Geser Kebawah
Internasional

Perang Timur Tengah: Arab Saudi Beri Lampu Hijau Iran vs AS?

119
×

Perang Timur Tengah: Arab Saudi Beri Lampu Hijau Iran vs AS?

Sebarkan artikel ini

Eskalasi Konflik Timur Tengah: Klaim Lampu Hijau Arab Saudi dan Persiapan Ribuan Makam di Iran

JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah mencapai level baru setelah muncul klaim mengenai sikap Arab Saudi terhadap potensi serangan Amerika Serikat ke Iran.

Seorang pejabat Teluk menyebut Arab Saudi memberikan “lampu hijau” karena tidak ingin menghalangi keputusan Presiden Donald Trump.

Sponsor
Iklan

Langkah ini muncul akibat penilaian bahwa jika serangan tidak segera terjadi, posisi Iran justru akan keluar menjadi jauh lebih kuat di kawasan.

Oleh karena itu, situasi di kawasan Teluk berada dalam posisi sulit dengan risiko konsekuensi serius. Selain itu, Teheran memberikan respon simbolis dengan menyiapkan ribuan liang lahad di pinggiran ibu kota sebagai langkah darurat menghadapi potensi korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat.

Ancaman Rudal Iran dan Latihan Militer Bersama Rusia-Cina

Militer Iran melalui juru bicara Muhammad Akraminia memperingatkan bahwa banyak pangkalan militer Amerika Serikat berada dalam jangkauan rudal mereka.

Iran menegaskan akan memberikan respon cepat, tegas, dan habis-habisan terhadap setiap serangan yang datang. Menurut mereka, sikap ragu hanya akan memberikan kesempatan kepada musuh.

  • Latihan Gabungan BRICS: Iran, Rusia, dan Cina segera menggelar latihan angkatan laut bersama di Teluk Oman dan Selat Hormuz.
  • Skenario Tempur: Latihan ini mencakup simulasi serangan maritim, operasi helikopter, hingga pembebasan kapal yang dibajak.
  • Peringatan CENTCOM: Komando Pusat AS memperingatkan agar Iran tetap profesional di Selat Hormuz yang merupakan koridor perdagangan internasional vital.

Pemerintahan Trump sendiri telah memberikan peringatan akan adanya konsekuensi serius jika perilaku militer Iran membahayakan keselamatan personil atau aset Washington di kawasan tersebut.

Persiapan Pemakaman Darurat di Teheran

Langkah mencolok datang dari organisasi Behesht-e Zahra, pengelola pemakaman utama di Teheran. Mereka secara terbuka mengakui telah menyiapkan area pemakaman khusus yang mencakup ribuan liang lahad untuk personil militer asing.

Langkah ini menjadi sinyal kesiapsiagaan strategis Iran di tengah mobilisasi kekuatan besar militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Namun, pejabat Iran tetap menegaskan bahwa sikap mereka bersifat defensif dan membantah isu-isu pembunuhan yang beredar.

Jadi, persiapan pemakaman ini merupakan tindakan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah konflik kedua negara. Keberadaan fasilitas ini mencerminkan betapa seriusnya Teheran memandang ancaman petualangan militer Amerika Serikat saat ini.

Rencana Pasukan Internasional 100 Hari di Gaza

Di sisi lain, Presiden Donald Trump berencana mengumumkan pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza pada pekan depan.

Pasukan ini melibatkan sejumlah negara seperti Italia, Kosovo, Albania, dan Kazakhstan di bawah kepemimpinan Brigadir Jenderal Jeffrey Jevers. Target utama dari pasukan internasional ini adalah melucuti senjata Hamas dalam waktu kurang lebih 100 hari.

Israel memperkirakan proses pelucutan senjata ini akan berjalan beriringan dengan percepatan bantuan rekonstruksi. Saat ini, pelatihan pasukan tersebut dilaporkan telah memasuki tahap finalisasi di Yordania. Langkah ini merupakan bagian dari fase lanjutan gencatan senjata untuk membawa stabilitas baru di wilayah Gaza.