Geser Kebawah
Gaya HidupOlahraga

Liga Champions 2026: 5 Klub Inggris Dominasi 16 Besar

126
×

Liga Champions 2026: 5 Klub Inggris Dominasi 16 Besar

Sebarkan artikel ini

Hegemoni Premier League: Mengapa Wakil Inggris Dominasi Liga Champions?

JAKARTA – Panggung Liga Champions musim 2025/26 kini berada dalam genggaman total klub-klub asal Inggris. Fase liga baru saja berakhir dengan hasil yang sangat mencengangkan bagi peta sepak bola Eropa. Saat ini, lima dari delapan tim teratas klasemen merupakan wakil dari Premier League.

Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, dan Manchester City resmi mengunci tiket otomatis menuju babak 16 besar.

Sponsor
Iklan

Dominasi ini merupakan sejarah baru bagi sepak bola Inggris setelah mendapat tambahan kuota perwakilan. Peningkatan koefisien poin Premier League membuat kompetisi Liga Champions musim ini terasa seperti panggung domestik mereka.

Keberhasilan tersebut bahkan menyingkirkan raksasa tradisional seperti Real Madrid dari zona elite klasemen.

Kekuatan Finansial di Balik Kesuksesan Liga Champions

Jurang keuangan yang sangat lebar menjadi alasan utama mengapa klub Inggris begitu perkasa di Liga Champions. Seluruh tim Inggris yang lolos memiliki pendapatan yang masuk dalam jajaran 10 besar dunia.

  • Hak Siar Mewah: Manchester City meraup pendapatan hak siar sebesar 321,8 juta Euro, mengalahkan Inter Milan secara signifikan.
  • Belanja Pemain: Arsenal menghabiskan dana 293,5 juta Euro untuk memperkuat skuad demi ambisi juara di Liga Champions.
  • Kedalaman Skuad: Liverpool di bawah asuhan Arne Slot membakar uang sebesar 483,7 juta Euro untuk belanja pemain baru.
  • Rotasi Pemain: Dana melimpah memudahkan pelatih melakukan rotasi cerdas tanpa menurunkan standar kualitas tim.

Adaptasi Taktik dan Mentalitas Juara

Gaya bermain di Liga Champions yang lebih terbuka ternyata sangat menguntungkan karakter tim-tim Inggris. Anthony Gordon menyebut bahwa atmosfer kompetisi Eropa memberikan ruang lebih besar untuk mengekspresikan permainan.

Hal ini sangat berbeda dengan Premier League yang sangat menguras fisik dan tenaga seperti pertandingan basket.

Arsenal mencatatkan performa paling menonjol dengan status tidak terkalahkan dan meraih poin sempurna sebanyak 24 poin. Selain itu, pergantian manajemen di Chelsea dari Enzo Maresca ke Liam Rosenor membawa dampak instan di Liga Champions.

Taktik baru Rosenor sukses membawa The Blues meroket dari zona playoff menuju urutan keenam klasemen akhir.