Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Danantara Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Bulan Depan

41
×

Danantara Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Bulan Depan

Sebarkan artikel ini

Hilirisasi Strategis: Danantara Bangun Pabrik Baja untuk Kurangi Impor

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (Danantara) secara resmi mengumumkan rencana besar untuk membangun pabrik baja hulu pada bulan depan. Melalui proyek ambisius ini, pemerintah menargetkan kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun.

Oleh karena itu, penambahan kapasitas ini menjadi langkah mendesak agar industri dalam negeri tidak lagi bergantung pada produk impor dari luar negeri.

Sponsor
Iklan

Chief Operating Officer BPI Danantara, Doni Oskaria, menegaskan bahwa pengembangan sektor hulu merupakan prioritas utama dalam agenda hilirisasi tahun ini. Saat ini, produk asing masih mendominasi kebutuhan baja nasional secara signifikan.

Selain itu, Danantara memandang proyek ini sebagai tonggak penting untuk memperkuat struktur industri manufaktur dan konstruksi di tanah air.

Fokus Industri Hulu dan Target Produksi 3 Juta Ton

Pembangunan pabrik ini secara spesifik menyasar pengembangan sektor hulu (upstream) guna menciptakan rantai pasok yang lebih terintegrasi.

  • Penambahan Kapasitas: Proyek ini akan menambah pasokan baja nasional sebesar 3 juta ton per tahun secara konsisten.
  • Groundbreaking: Manajemen menjadwalkan peletakan batu pertama akan terlaksana pada bulan depan.
  • Kemandirian Industri: Strategi ini bertujuan untuk memutus rantai ketergantungan terhadap bahan baku impor yang sering mengalami fluktuasi harga.
  • Dampak Ekonomi: Selanjutnya, penguatan sektor hulu ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik secara berkelanjutan.

Urgensi Regulasi untuk Proteksi Investasi Danantara

Namun, keberhasilan investasi besar ini sangat membutuhkan dukungan regulasi yang kuat dari pemerintah pusat.

Doni Oskaria menekankan bahwa proteksi terhadap industri lokal menjadi faktor krusial agar investasi Danantara tetap kompetitif.

Pemerintah perlu memastikan kebijakan perdagangan yang mendukung penyerapan produk lokal di pasar domestik.

Selain itu, regulasi yang tepat akan melindungi investasi strategis ini dari gempuran produk baja impor dengan harga yang tidak wajar.

Akhirnya, dengan sinergi antara pembangunan fisik dan kebijakan yang protektif, Danantara optimis dapat mewujudkan kedaulatan industri baja nasional dalam jangka panjang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.