Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Hero Global IPO: Kemitraan Jepang Percepat Energi Terbarukan

117
×

Hero Global IPO: Kemitraan Jepang Percepat Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
hero global investment resmi ipo kemitraan strategis dengan jepang percepat energi terbarukan di indonesia kompres
PT Hero Global Investment Tbk (HGII) IPO di BEI, bermitra strategis dengan Yonden Jepang. Dana digunakan untuk proyek energi baru terbarukan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Hero Global Investment Tbk (HGII), perusahaan energi baru terbarukan (EBT), resmi mengumumkan rencana initial public offering (IPO) dengan menawarkan 1,3 miliar saham atau setara 20% dari total modal ditempatkan. Saham tersebut akan ditawarkan dengan harga Rp 200 per lembar, sehingga total nilai IPO mencapai Rp 260 miliar.

Masa penawaran umum saham dijadwalkan pada 3-7 Januari 2025, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2025. Penjamin pelaksana emisi efek untuk IPO ini adalah OCBC Sekuritas Indonesia dan UOB Kay Hian Sekuritas.

Sponsor
Iklan

Struktur Kepemilikan dan Kemitraan Strategis

Sebelum IPO, saham HGII dimiliki secara merata oleh Rudy Chandra (34%), Robert Njo (33%), dan Hendrianto Thamrin (33%). Setelah IPO, pemegang saham pengendali tetap menguasai mayoritas kepemilikan sebesar 55%, sementara 25% saham akan dimiliki oleh Shikoku Electric Power Company Inc (Yonden) melalui anak usahanya, SEP International Netherlands BV (SEPI).

“Setelah transaksi ini, HGII tetap berada di bawah kendali pemegang saham pengendali. Kolaborasi dengan Yonden akan menjadi fondasi untuk mengembangkan potensi energi terbarukan di Indonesia,” ujar Robin Sunyoto, Presiden Direktur HGII.

Kemitraan dengan Yonden, perusahaan energi terkemuka yang tercatat di Tokyo Stock Exchange, diharapkan dapat mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga EBT di Indonesia. Dengan pengalaman Yonden dalam mengelola portofolio pembangkit lebih dari 1.000 megawatt (MW), kolaborasi ini membuka peluang besar untuk mencapai target kapasitas 100 MW pada 2031.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek energi terbarukan. Alokasi dana adalah sebagai berikut:

  1. Setoran Modal ke PT Siantar Sitanduk Energi (SSE)
    • Belanja Modal (90,9%): Pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 25 MW di Sumatra Utara (Proyek SS).
    • Modal Kerja (9,1%): Mendukung operasional Proyek SS.
  2. Setoran Modal ke PT Multiprima Hidro Energi (MHE)
    • Belanja Modal (80,6%): Pengembangan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) berkapasitas 10 MW di Sumatra Utara (Proyek LO).
    • Modal Kerja (19,4%): Mendukung operasional Proyek LO.
  3. Modal Kerja Perseroan (1,73%) Dana ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan eksplorasi, studi awal, dan operasional proyek energi terbarukan, termasuk biomassa, biogas, dan surya.

Kontribusi terhadap Net Zero Emission 2060

Robin menekankan bahwa kemitraan dengan Yonden memberikan dukungan teknis, terutama dalam pengembangan, konstruksi, dan operasional pembangkit listrik. Hal ini sejalan dengan tujuan nasional mencapai net zero emission pada 2060.

“Kami berkomitmen memperluas portofolio energi terbarukan, termasuk PLTA, PLTM, PLTS, PLTBg, dan PLTBm. Dengan dukungan Yonden, kami yakin dapat memberikan kontribusi besar terhadap transisi energi Indonesia,” tambahnya.

Potensi Pasar dan Prospek HGII

Industri energi terbarukan di Indonesia memiliki prospek cerah seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional menjadi katalis utama. HGII, dengan pengalaman dan dukungan strategis dari Yonden, berada dalam posisi ideal untuk menangkap peluang ini.

Dengan model bisnis yang kuat dan dukungan dari mitra global, HGII diharapkan dapat menjadi pemain kunci dalam industri EBT Indonesia, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang sahamnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.