Harga Saham Migas Diprediksi Murah dan Menjanjikan Dividen Tinggi
Kinerja saham emiten minyak dan gas (migas) diprediksi sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2025. Saham-saham migas dinilai masih undervalued meski menawarkan potensi pertumbuhan laba dan dividen yang menarik.
Selama 12 bulan terakhir, meskipun harga minyak Brent turun 3% secara tahunan (yoy), rata-rata saham sektor migas tumbuh 12,8%, melampaui IHSG yang terkoreksi 2,7%. Kinerja ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor migas global sebesar 10,1%.
Pencapaian Emiten Migas Terbaik
Berdasarkan analisis RHB Sekuritas, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mencatatkan performa terbaik dengan kenaikan 43% sepanjang tahun terakhir. Di sisi lain, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 11,3%, didorong pertumbuhan laba sebesar 36% yoy.
Laba PGAS juga naik 33% yoy, menguatkan prospek dividen yang lebih tinggi di masa depan. Dengan rasio pembayaran dividen sebesar 60%, EPS PGAS diproyeksikan mencapai Rp 219, menghasilkan potensi dividen Rp 131/saham atau setara dividend yield 8%.
Revisi Harga Minyak dan Target Saham
RHB Sekuritas merevisi proyeksi harga minyak Brent menjadi USD 75/barel dari sebelumnya USD 80/barel, akibat peningkatan pasokan dari non-OPEC dan pelemahan permintaan global. Namun, harga rata-rata minyak pada 2024 diperkirakan masih mencapai USD 79,8/barel.
Untuk saham ELSA, rasio pembayaran dividen sebesar 40% berpotensi memberikan dividen Rp 40,5/saham dengan yield mencapai 9%. Saham ini diproyeksikan memiliki harga target Rp 560, menjadikannya pilihan utama untuk investasi di sektor migas.
Valuasi Saham Murah di Segmen Hulu dan Midstream
RHB Sekuritas mencatat bahwa saham ELSA dan Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih undervalued dengan estimasi price-to-earnings ratio (P/E) 2025 masing-masing sebesar 4,1 kali dan 4,4 kali. Bandingkan dengan rata-rata sektor sebesar 6,7-8,4 kali.
MEDC direkomendasikan beli (buy) dengan target harga Rp 1.900/saham. Sementara itu, AKR Corporindo Tbk (AKRA), yang mengalami penurunan harga 24% yoy, memiliki target harga Rp 1.680/saham, dengan fokus pada potensi kawasan industri.
Proyek Baru Migas di 2025
SKK Migas mengungkapkan rencana peluncuran 15 proyek baru pada 2025, dengan target tambahan produksi mencapai 57,6 ribu barel per hari (kbopd) dan 749,7 juta standar kaki kubik per hari (mmscfpd). Ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap total produksi migas nasional.
Rekomendasi Saham Migas 2025
- ELSA: Buy, target harga Rp 560.
- MEDC: Buy, target harga Rp 1.900.
- AKRA: Buy, target harga Rp 1.680.
- PGAS: Netral, target harga Rp 1.470.
Meski proyeksi harga minyak turun, peluang dividen dan valuasi saham yang murah menjadikan sektor migas tetap menarik untuk investor.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







