JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Qilaa International Group, investor asal Qatar, untuk mendukung program 1 juta rumah terjangkau.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya ambisius Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai target pembangunan 3 juta rumah per tahun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kesepakatan ini mencakup kontribusi Qilaa Group sebagai pendana dan kontraktor utama, dengan pemerintah menyediakan lahan di wilayah prioritas seperti Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Tidak hanya Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) juga telah menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam program ini, sebagaimana diungkapkan oleh Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan sekaligus adik Presiden Prabowo.
Investasi untuk Masa Depan
Kehadiran investasi asing dalam proyek ini menjadi katalis penting bagi pembangunan sektor properti di Indonesia. Selain mendorong akses masyarakat terhadap hunian layak, investasi ini juga memperkuat perekonomian nasional melalui peningkatan lapangan kerja dan kebutuhan material lokal.
Sementara itu, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menjadi sukarela. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa langkah ini dapat mengurangi beban keuangan masyarakat sekaligus memperluas peluang pendanaan dari pihak swasta dan asing.
IHSG
7.065
-0,22%
Coal
117,5
-0,72%
Oil (Brent)
76,1
-0,07%
Gold
2.681
+0,33%
CPO
4.292
-1,42%
Nickel
15.451
+0,34%
Manfaat untuk Sektor Pendukung
Proyek ini tidak hanya fokus pada penyediaan rumah, tetapi juga menciptakan dampak luas pada sektor-sektor pendukung, seperti:
- Industri Semen: Emiten seperti SMGR dan INTP berpeluang meningkatkan penjualan.
- Keramik dan Material Bangunan: Brand seperti ARNA dan CAKK mendapat peluang ekspansi.
- Peralatan Rumah Tangga: Produk seperti ACES, MDIY, dan TOTO berpotensi mendulang keuntungan.
Percepatan Ekonomi dan Daya Beli
Program investasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan rumah, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan hadirnya pendanaan asing, ketergantungan pada sumber dana domestik seperti Tapera dapat diminimalkan, sehingga beban masyarakat menjadi lebih ringan.
Masa Depan Properti Indonesia
Kerja sama dengan investor internasional ini menegaskan potensi besar Indonesia sebagai destinasi investasi global. Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan kebijakan yang proaktif, sektor properti Indonesia siap menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara.











