JAKARTA, BursaNusantara.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui transformasi digital.
Pada pertemuannya dengan Direktur Bukalapak, Victor Lesmana, yang berlangsung pada Jumat, 10 Januari 2025, Mendag menekankan pentingnya kolaborasi strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Menurut Budi, kerja sama dengan Bukalapak berpotensi besar mengangkat level UMKM melalui dukungan yang diberikan platform e-commerce tersebut kepada toko-toko kelontong.
“Bukalapak itu bekerja sama dengan toko-toko kelontong, selain menjual produk-produknya, mereka juga menyediakan produk-produk yang difasilitasi oleh Bukalapak. Ini tentu membantu UMKM berkembang lebih pesat,” ungkapnya seusai memberikan penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2024 di Grogol, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2025).
Transformasi Digital dan Kemudahan Layanan
Bukalapak kini memberikan peluang bagi UMKM untuk melayani pembayaran digital, seperti tagihan listrik dan BPJS. Hal ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi dan daya tarik toko kelontong. “Toko-toko ini tidak hanya menjual barang kebutuhan sehari-hari, tapi juga bisa menyediakan jasa seperti pembayaran tagihan. Dengan ini, toko kelontong menjadi lebih hidup dan multifungsi,” tambah Budi.
Dalam catatan Mendag, hingga kini, sudah ada lebih dari 16 ribu toko kelontong yang mendapatkan manfaat langsung dari digitalisasi ini. Hal ini juga memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan modern di lingkungan sekitar mereka, tanpa harus pergi ke tempat yang jauh.
Fokus pada Produk Lokal
Selain mendorong digitalisasi, Mendag juga menegaskan pentingnya memprioritaskan produk lokal, baik konvensional maupun digital. Untuk mendukung inisiatif ini, Kementerian Perdagangan memfasilitasi UMKM melalui pelatihan, kurasi produk, dan penyediaan ruang promosi. “Kami ingin produk lokal, termasuk gim digital, mendapatkan tempat yang lebih besar di pasar nasional dan internasional,” ujar Budi.
Langkah Strategis Menuju Ekonomi Digital
Kerja sama ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia. Bukalapak, melalui program kemitraannya, telah berkontribusi dalam mendukung digitalisasi warung dan UMKM, yang diharapkan dapat mendorong inklusivitas ekonomi.
Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Rifan Ardianto, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa langkah ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif bagi UMKM. “Transformasi digital ini akan membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku UMKM, serta meningkatkan efisiensi operasional mereka,” kata Rifan.
Melalui kemitraan dengan Bukalapak, pemerintah berharap UMKM dapat lebih siap menghadapi tantangan global dan semakin berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Dukungan pemerintah dalam menyediakan fasilitas, pelatihan, dan pendampingan akan menjadi faktor kunci keberhasilan transformasi ini.
Potensi dan Harapan ke Depan
Kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Bukalapak diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi UMKM di Indonesia.
Dengan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha, transformasi digital UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.
Transformasi ini tidak hanya memberi keuntungan bagi UMKM, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat sebagai konsumen. Langkah-langkah strategis seperti ini membuktikan bahwa ekonomi digital bukan hanya milik kota-kota besar, tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah.









