PTRO Raih Proyek US$ 1 Miliar, Optimisme Pendapatan Jangka Panjang
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Petrosea Tbk (PTRO) kembali menjadi sorotan pasar saham setelah memastikan langkah besar dengan memenangkan kontrak jasa penambangan senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 16 triliun.
Proyek ini berlokasi di wilayah Bahodopi Blok 2 dan 3, Sulawesi Tengah, yang merupakan konsesi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kontrak dengan durasi 10 tahun ini meliputi pengupasan tanah, penambangan bijih nikel, pengangkutan, hingga pembangunan infrastruktur terkait.
Menurut konfirmasi manajemen INCO, kedua pihak menargetkan finalisasi kontrak pada Maret 2025. Anto Broto, Sekretaris Perusahaan PTRO, menyebutkan bahwa proyek ini merupakan salah satu peluang strategis yang sedang dalam tahap akhir pembahasan.
“Kami optimis bahwa proyek ini dapat mendongkrak kinerja PTRO secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Anto.
Sinergi dengan CUAN Tingkatkan Potensi Proyek Lebih Besar
Sebagai anak usaha dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PTRO mendapat keuntungan berupa akses pendanaan yang lebih fleksibel. Menurut analis Henan Putihrai Sekuritas, Tristan Elfan, sinergi ini memungkinkan PTRO mengoptimalkan sumber daya dan teknologi untuk mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi.
“Dengan portofolio kontrak jangka panjang hingga 2032, PTRO mampu menjaga aliran pendapatan yang stabil serta mengurangi risiko volatilitas pasar komoditas. Hal ini juga memperkuat posisi PTRO di sektor tambang nikel yang memiliki prospek cerah seiring permintaan global terhadap bahan baku baterai kendaraan listrik,” jelas Tristan.
Tantangan dan Risiko: Fluktuasi Komoditas dan Margin Operasional
Meski prospek jangka panjangnya menjanjikan, PTRO tetap menghadapi berbagai tantangan. Menurut Dinda Resty Angira, analis Stocknow.id, risiko fluktuasi harga komoditas dan kenaikan beban operasional perlu dikelola secara cermat untuk menjaga margin keuntungan.
“Manajemen harus mampu menyeimbangkan portofolio proyek untuk mengantisipasi dinamika pasar. Dengan backlog pendapatan dari kontrak sebelumnya, PTRO memiliki landasan yang cukup kuat, namun perhatian terhadap efisiensi tetap menjadi kunci keberlanjutan kinerja,” tambah Dinda.
Valuasi Saham PTRO: Potensi Apresiasi Tinggi dengan Risiko
Secara teknikal, saham PTRO masih menunjukkan tren naik. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah Budiman, mencatat bahwa valuasi premium PTRO mencerminkan ekspektasi pertumbuhan tinggi. Namun, risiko koreksi tetap ada, terutama mengingat indikator stochastic menunjukkan area overbought.
Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas, merekomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 3.810 hingga Rp 3.900, sementara Indri Liftiany dari Indo Premier Sekuritas menyarankan buy on pullback pada area Rp 3.320 – Rp 3.420.
Stock Split dan Tren Kenaikan Harga Saham PTRO
Sejak pemecahan nilai nominal saham (stock split) pada 3 Januari 2025, harga saham PTRO melonjak 35,03% dari harga teoritis Rp 2.740 menjadi Rp 3.700 per saham pada penutupan perdagangan 17 Januari 2025. Lonjakan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan PTRO di masa mendatang.
Kesimpulan: Peluang dan Strategi Investasi PTRO
Dengan portofolio proyek besar dan sinergi strategis dengan CUAN, PTRO berada di jalur pertumbuhan yang kuat. Namun, investor perlu mencermati risiko operasional dan fluktuasi pasar. Bagi yang berminat, momentum buy on pullback pada kisaran Rp 3.320 – Rp 3.420 dapat menjadi strategi masuk yang menarik, sementara target harga jangka panjang berada di level Rp 4.500.
Tetaplah bijak dalam mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing. PTRO menawarkan peluang besar, tetapi tantangan yang ada memerlukan pengelolaan yang hati-hati.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












