JAKARTA, BursaNusantara.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menunjukkan Warga Negara Asing (WNA) asal China menyogok petugas di Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang WNA menyelipkan uang Rp500 ribu di paspornya untuk mendapatkan jalur hijau tanpa pemeriksaan.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendalami video tersebut. Namun, berdasarkan seragam yang dikenakan, petugas dalam video itu diduga bukan pegawai Bea Cukai.
“Terkait tayangan di video tersebut, perlu disampaikan bahwa petugas yang ditayangkan tersebut bukan seragam petugas Bea dan Cukai,” ujar Nirwala kepada CNNIndonesia.com, Minggu (19/1).
Nirwala menambahkan, lokasi dalam video yang viral tersebut bukanlah area kerja di bawah pengawasan Bea Cukai. “Bahwa wilayah kerja yang ditayangkan juga bukan wilayah kerja Bea dan Cukai,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Nirwala menjelaskan bahwa sistem penentuan jalur atas barang bawaan penumpang dilakukan secara otomatis menggunakan manajemen risiko berdasarkan Customs Declaration yang diisi secara elektronik oleh penumpang. Dengan sistem ini, tidak ada ruang untuk manipulasi manual dalam proses penentuan jalur hijau.
“Jadi penentuan jalurnya berlangsung by sistem,” tegas Nirwala.
Jalur hijau di bandara merupakan fasilitas yang diberikan kepada barang bawaan penumpang yang tidak memerlukan pemeriksaan fisik maupun penelitian dokumen sebelum dikeluarkan dengan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
Kasus ini menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur di bandara, khususnya mengenai proses pemeriksaan barang bawaan. DJBC juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian mencurigakan melalui kanal resmi agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Sementara itu, video viral ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warganet. Banyak yang mempertanyakan integritas sistem pengawasan di bandara. Pihak DJBC menegaskan akan terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga kepercayaan masyarakat.








