Geser Kebawah
Internasional

PM Prancis: Kebijakan Trump Ancaman Serius bagi Eropa

212
×

PM Prancis: Kebijakan Trump Ancaman Serius bagi Eropa

Sebarkan artikel ini
pm prancis kebijakan trump ancaman serius bagi eropa kompres
PM Prancis François Bayrou memperingatkan kebijakan Trump dapat menghancurkan Eropa jika Uni Eropa tidak merespons dengan tindakan kolektif yang tegas.

ISTANBUL, BursaNusantara.com – Perdana Menteri (PM) Prancis, François Bayrou, mengeluarkan peringatan keras terkait kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang baru saja dilantik. Bayrou menegaskan bahwa langkah-langkah Trump berpotensi merusak tatanan ekonomi dan politik Uni Eropa (UE) jika tidak ditanggapi dengan langkah strategis. Peringatan ini disampaikan dalam pidato Tahun Baru di hadapan staf kota Pau, Prancis, pada Senin (20/1/2025).

Bayrou menjelaskan bahwa kebijakan dominasi AS melalui pengaruh dolar, penguasaan sektor industri, riset teknologi, dan investasi global menempatkan Eropa pada posisi yang rentan. “Jika kita tidak melakukan apa-apa, kita akan didominasi, dihancurkan, dan terpinggirkan. Keputusan ini ada di tangan kita, orang Prancis dan orang Eropa, karena tanpa Eropa, ini tidak mungkin dilakukan, yakni pemulihan,” tegasnya.

Sponsor
Iklan

Tantangan Global yang Kompleks

Bayrou juga menyoroti dua tantangan besar yang dihadapi Eropa saat ini, yaitu kebijakan AS di bawah Trump dan pengaruh ekonomi China yang semakin dominan. Ia menyebut surplus perdagangan China yang mencapai lebih dari US$ 1 triliun (sekitar Rp 16 kuadriliun) pada Desember 2024 sebagai salah satu indikator betapa seriusnya tantangan tersebut.

“Pelantikan Donald Trump menempatkan kita pada tanggung jawab kita. Prancis dan Eropa saat ini menghadapi dua tantangan, yaitu kebijakan Amerika dan China,” ujar Bayrou. “Prancis dan Eropa tidak dapat tetap pasif menghadapi tantangan ini.”

Seruan untuk Tindakan Kolektif

Dalam pidatonya, Bayrou menyerukan perlunya tindakan kolektif untuk memastikan Eropa tetap relevan di panggung global. Ia menekankan bahwa respons yang terkoordinasi di tingkat Uni Eropa menjadi kunci untuk menghadapi ancaman global yang muncul.

“Amerika Serikat telah memutuskan untuk menjalankan kebijakan yang sangat dominan melalui dolar, kebijakan industri, penguasaan seluruh penelitian, dan penyerapan investasi,” papar Bayrou. “Jika kita tidak bersatu, masa depan kita akan terancam.”

Pelantikan Trump sebagai presiden AS ke-47, yang berlangsung baru-baru ini, menjadi salah satu momen yang memicu kekhawatiran Bayrou. Masa jabatan Trump diperkirakan akan membawa perubahan kebijakan besar yang dapat mengguncang tatanan internasional, termasuk hubungan trans-Atlantik.

Perspektif Bayrou sebagai Wali Kota dan Perdana Menteri

Menariknya, Bayrou tetap menjalankan tugas sebagai Wali Kota Pau meskipun telah menjabat sebagai Perdana Menteri. Hal ini menunjukkan dedikasinya untuk tetap terhubung dengan masyarakat lokal sembari memegang tanggung jawab besar di tingkat nasional dan internasional.

Pidato Bayrou mendapat perhatian luas, baik di dalam maupun luar negeri. Para pengamat menilai bahwa pesan ini tidak hanya menjadi seruan bagi Prancis, tetapi juga seluruh negara anggota UE untuk lebih solid dalam menghadapi tantangan global.

Dengan kebijakan Amerika Serikat yang semakin dominan di bawah kepemimpinan Trump, serta kekuatan ekonomi China yang terus berkembang, Eropa harus segera mengambil langkah konkret. Seruan François Bayrou menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan tindakan kolektif di tengah situasi global yang semakin kompleks. Tanpa respons yang terkoordinasi, Eropa berisiko kehilangan peran strategisnya di dunia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru