Geser Kebawah
PasarSaham

Saham Gajah Tunggal Loncat, Aksi Lo Kheng Hong Jadi Sorotan

337
×

Saham Gajah Tunggal Loncat, Aksi Lo Kheng Hong Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
saham gajah tunggal loncat aksi lo kheng hong jadi sorotan kompres
Saham Gajah Tunggal (GJTL) melesat 3,07% ke Rp 1.175 dengan aksi beli Lo Kheng Hong. Valuasi menarik, ekspansi produksi, dan kredit baru dorong prospek cerah.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pergerakan saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) kembali menarik perhatian pasar pada perdagangan Senin (20/1/2025). Saham emiten produsen ban ini melesat 3,07% dan ditutup di level Rp 1.175.

Lonjakan ini tidak hanya mengindikasikan minat pasar yang meningkat tetapi juga menyoroti aksi portofolio salah satu investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong.

Sponsor
Iklan

Aksi Investor dan Lonjakan Volume Transaksi

Pada perdagangan tersebut, saham GJTL mencatatkan volume transaksi sebesar 7,89 juta saham dengan frekuensi 1.763 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 9,17 miliar.

Selain itu, broker seperti Erdhika Elit Sekuritas dan Investindo Nusantara menunjukkan akumulasi beli masing-masing sebesar Rp 2,5 miliar dan Rp 1,2 miliar.

Kepemilikan Lo Kheng Hong pada saham GJTL juga bertambah. Berdasarkan data per 15 Januari 2025, investor berjuluk “Warren Buffett Indonesia” ini memiliki 183.691.400 saham GJTL atau setara 5,27% dari total saham.

Jumlah tersebut meningkat 1,5 juta saham dari posisi sebelumnya sebesar 182.191.400 saham.

Valuasi Saham Masih Menarik

Secara fundamental, saham GJTL masih tergolong murah. Rasio price to book value (PBV) berada di level 0,45 kali, sementara price earning ratio (PER) tercatat 3,11 kali (annualized).

Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 4,09 triliun, saham ini menjadi incaran bagi investor yang mencari valuasi menarik.

Fasilitas Kredit Baru untuk Ekspansi

Gajah Tunggal juga baru-baru ini menandatangani perjanjian fasilitas kredit sebesar Rp 4,4 triliun pada 14 November 2024. Fasilitas ini terdiri dari dua tranche dengan tenor masing-masing 8 dan 9 tahun.

Sindikasi bank yang terlibat mencakup PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Digital BCA, PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank KEB Hana Indonesia, dan PT Bank Oke Indonesia Tbk.

“Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk melunasi senior secured notes sebesar US$ 175 juta yang jatuh tempo pada 2026, serta membiayai sebagian ekspansi fasilitas produksi ban TBR hingga 5.000 pcs per hari,” ujar Direktur Keuangan Gajah Tunggal, Kisyuwono, dalam keterbukaan informasi.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bertindak sebagai original mandated lead arranger dan bookrunner, sekaligus agen fasilitas dan agen jaminan dari kredit sindikasi tersebut.

Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat struktur keuangan dan meningkatkan kapasitas produksi.

Potensi Jangka Panjang

Lonjakan saham GJTL tidak hanya mencerminkan minat spekulatif jangka pendek tetapi juga potensi jangka panjang yang menjanjikan.

Dengan valuasi yang menarik dan rencana ekspansi yang ambisius, GJTL memiliki prospek cerah di industri manufaktur ban.

Aksi Lo Kheng Hong menambah kepercayaan investor pada saham ini, mengingat rekam jejaknya yang sering kali mencetak keuntungan besar dari saham undervalued.

Apakah ini menjadi sinyal kuat untuk mulai mengakumulasi saham GJTL? Hanya waktu yang akan menjawab, namun para pelaku pasar tampaknya tidak ingin melewatkan momentum ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.