Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Indonesia-Malaysia Sepakati Kerja Sama Strategis Energi

65
×

Indonesia-Malaysia Sepakati Kerja Sama Strategis Energi

Sebarkan artikel ini
indonesia malaysia sepakati kerja sama strategis energi kompres
Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim sepakat memperkuat kerja sama strategis antara Pertamina-Petronas serta membahas industri kelapa sawit.

KUALA LUMPUR, BursaNusantara.com – Kuala Lumpur – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, pada Senin (27/1/2025).

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang diyakini akan mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sponsor
Iklan

Salah satu poin utama yang disepakati adalah kolaborasi strategis antara dua perusahaan energi terkemuka, Pertamina dari Indonesia dan Petronas dari Malaysia.

Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Istana Kepresidenan, pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kerja sama.

Kedua pemimpin membahas berbagai aspek hubungan bilateral, terutama di sektor energi, perdagangan, dan investasi. PM Anwar Ibrahim menegaskan pentingnya kolaborasi Pertamina dan Petronas dalam mendukung pengembangan energi di kawasan.

“Komitmen kami adalah untuk memastikan kerja sama strategis antara Petronas dan Pertamina terus terjalin. Kami sepakat mengeksplorasi berbagai peluang baru, termasuk transfer teknologi antarnegara,” ungkap PM Anwar.

Kesepakatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi di sektor energi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi regional.

Sebagai dua perusahaan minyak dan gas terbesar di Asia Tenggara, sinergi antara Pertamina dan Petronas menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki kedua negara.

Selain membahas sektor energi, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, khususnya dalam pengelolaan industri kelapa sawit.

Kelapa sawit merupakan komoditas utama yang menopang perekonomian Indonesia dan Malaysia, dengan kedua negara menyumbang hingga 80% dari total produksi kelapa sawit dunia.

Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi posisi strategis kedua negara sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. “Setiap kunjungan saya ke berbagai negara, permintaan akan kelapa sawit selalu menjadi topik utama.

Mesir, India, Pakistan, semuanya membutuhkan komoditas ini. Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dapat lebih meningkatkan potensi kelapa sawit di pasar global,” ujar Prabowo.

Di sisi lain, PM Anwar Ibrahim menekankan pentingnya meningkatkan standar keberlanjutan dalam industri kelapa sawit, guna menjawab tantangan global terkait isu lingkungan.

“Kita perlu memastikan bahwa kelapa sawit yang diproduksi oleh kedua negara memenuhi standar internasional, sehingga dapat terus bersaing di pasar global,” imbuh Anwar.

Tidak hanya soal energi dan kelapa sawit, Prabowo dan Anwar juga berbicara tentang pentingnya hubungan istimewa antara Indonesia dan Malaysia.

Presiden Prabowo menyoroti kedekatan sejarah, budaya, dan etnis yang menjadi landasan kuat dalam membangun kerja sama kedua negara.

“Kita memiliki hubungan sejarah, budaya, dan bahkan hubungan darah yang sangat erat. Banyak pemimpin Malaysia yang masih memiliki keluarga di Indonesia, dan sebaliknya.

Hubungan ini harus menjadi fondasi yang memperkuat kolaborasi di masa depan,” tambah Prabowo.

Pertemuan ini menandai komitmen nyata dari kedua pemimpin untuk terus menjalin hubungan yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis.

Dengan adanya sinergi antara Pertamina dan Petronas, serta kerja sama dalam industri kelapa sawit, Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat semakin memperkuat posisi mereka di kancah global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru