Geser Kebawah
HeadlineNasional

Rupiah di Google Rp 8 Ribu per Dolar AS, Pengamat Klarifikasi

118
×

Rupiah di Google Rp 8 Ribu per Dolar AS, Pengamat Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
rupiah di google rp 8 ribu per dolar as, pengamat klarifikasi kompres
Nilai tukar rupiah di Google tiba-tiba menjadi Rp 8 ribu per dolar AS. Pengamat menyebut ini hanya kesalahan teknis dan bukan kondisi sebenarnya di pasar.

Rupiah di Google Mendadak Rp 8 Ribu per Dolar AS

JAKARTA, BursaNusantara.com – Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tiba-tiba tercatat di angka Rp 8.170,65 per US$ 1 di mesin pencari Google pada Sabtu (1/2/2025).

Kejadian ini menimbulkan kehebohan di media sosial, banyak yang mempertanyakan apakah nilai tukar rupiah benar-benar mengalami lonjakan drastis.

Sponsor
Iklan

Namun, para pakar ekonomi menilai bahwa ini hanyalah kesalahan teknis pada Google, bukan refleksi dari kondisi sebenarnya di pasar valuta asing.

Pengamat: Hanya Kesalahan Teknis

Founder WH Project William Hartanto menjelaskan bahwa kesalahan ini kemungkinan terjadi akibat gangguan pada sistem data Google.

Ia juga mencatat bahwa indeks saham AS yang ditampilkan di Google mengalami penurunan serupa.

“Itu kemungkinan eror. Kabarnya data saham-saham US di Google juga pada turun,” kata William kepada B-Universe, Sabtu (1/2/2025).

Ia memastikan bahwa nilai tukar rupiah yang sesungguhnya tidak mengalami lonjakan seperti yang terlihat di Google. Berdasarkan data dari Investing.com, nilai tukar rupiah per Jumat (31/1/2025) berada di kisaran Rp 16.295 per dolar AS.

BRICS dan Dampaknya terhadap Rupiah

Menurut William, sulit bagi rupiah untuk mengalami penguatan signifikan dalam waktu dekat. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam negara-negara anggota BRICS dengan tarif impor yang lebih tinggi. Hal ini memicu reaksi negatif di pasar, meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan menekan nilai tukar mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS

Pada Senin (6/1/2025), pemerintah Brasil mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota BRICS. Kelompok ekonomi ini awalnya dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Pada 2010, Afrika Selatan bergabung, dan kini Indonesia menjadi bagian dari aliansi tersebut.

Dengan bergabungnya Indonesia, BRICS kini memiliki total populasi sekitar 3,5 miliar jiwa, mencakup 45% populasi dunia, serta menguasai 28% dari ekonomi global.

Keanggotaan Indonesia di BRICS dinilai dapat membawa dampak positif bagi ekonomi nasional dalam jangka panjang, meskipun saat ini masih ada tantangan dari dinamika global.

Kesimpulan

Kenaikan mendadak nilai tukar rupiah menjadi Rp 8 ribu per dolar AS di Google hanyalah kesalahan teknis, bukan kondisi sebenarnya di pasar keuangan.

Saat ini, nilai tukar rupiah masih berada di sekitar Rp 16.295 per dolar AS. Faktor eksternal seperti ancaman tarif impor AS terhadap BRICS turut memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, bergabungnya Indonesia dengan BRICS diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru