Geser Kebawah
BankKeuangan

BSI Perkuat Komitmen ESG dengan Digital Carbon Tracking dan Kendaraan Listrik

129
×

BSI Perkuat Komitmen ESG dengan Digital Carbon Tracking dan Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini
bsi perkuat komitmen esg dengan digital carbon tracking dan kendaraan listrik kompres
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) luncurkan Digital Carbon Tracking dan 139 kendaraan listrik sebagai komitmen ESG dan ekonomi hijau.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meluncurkan Digital Carbon Tracking dan mengadopsi 139 kendaraan listrik (EV) sebagai bagian dari strategi green operation.

Langkah ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun keempat BSI dan menjadi bukti nyata bank syariah terbesar di Indonesia dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sponsor
Iklan

Digital Carbon Tracking: Inovasi untuk Keberlanjutan

BSI menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang meluncurkan Digital Carbon Tracking, sebuah platform yang dirancang untuk mengukur, mengelola, dan melaporkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari kegiatan operasionalnya.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa platform ini mencatat emisi dari konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta penggunaan listrik di lebih dari 1.130 outlet BSI di seluruh Indonesia.

“Peluncuran Digital Carbon Tracking ini membuktikan komitmen BSI dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060 sesuai dengan program pemerintah. Platform ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dalam pengurangan emisi,” ujar Hery.

Dengan sistem ini, BSI dapat melakukan monitoring emisi karbon secara real-time dan menyusun strategi roadmap dalam mencapai target keberlanjutan.

139 Kendaraan Listrik untuk Operasional yang Ramah Lingkungan

Selain Digital Carbon Tracking, BSI juga mulai menggunakan 139 kendaraan listrik (EV) sebagai kendaraan operasional di 10 region utama di Indonesia, termasuk Kantor Pusat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi bank dalam mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh transportasi operasional.

“Penggunaan kendaraan listrik ini selaras dengan inisiatif Green Business Culture, yang mendorong setiap insan BSI untuk menjalankan aktivitas bisnis dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,” tambah Hery.

Keberlanjutan dalam operasional bank tidak hanya berhenti pada kendaraan listrik. BSI juga terus mengembangkan fasilitas berbasis energi hijau, seperti charging station dan pemasangan panel surya di beberapa kantor utama.

BSI dan Pilar ESG: Langkah Menuju Keuangan Berkelanjutan

BSI memiliki tiga pilar utama dalam implementasi prinsip ESG:

  1. Sustainable Banking – Fokus pada tata kelola, pengembangan produk keuangan syariah, dan pembiayaan berkelanjutan.
  2. Sustainable Operation – Mencakup penerapan target NZE, transformasi digital, dan perlindungan data.
  3. Sustainable Beyond Banking – Menyediakan akses keuangan yang inklusif serta optimalisasi zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Dalam menjalankan misi keberlanjutannya, BSI terus memperkuat kontribusi dalam mendukung ekonomi hijau. Hingga kuartal III/2024, BSI telah menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan senilai Rp62,5 triliun, dengan alokasi terbesar untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar Rp34,1 triliun.

Kontribusi Nyata dalam Ekonomi Hijau

Selain pembiayaan, BSI juga aktif dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain:

  • Membangun gedung kantor ramah lingkungan di Aceh.
  • Menggunakan energi terbarukan dalam operasional perbankan.
  • Meningkatkan efisiensi energi dan pengurangan limbah kertas melalui digitalisasi layanan.

Misi BSI: Menjadi Bank Syariah Global Berkelanjutan

Dalam upaya memperkuat posisinya sebagai bank syariah terdepan, BSI berkomitmen menjadi The Best Global Islamic Bank Based on Implementation Sustainable Finance. Komitmen ini diwujudkan dengan terus meningkatkan rasio pembiayaan berkelanjutan dan memperluas cakupan program CSR untuk masyarakat.

“BSI bertekad menjadi bank syariah global terbaik berbasis keuangan berkelanjutan dengan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Hery.

Melalui langkah strategis ini, BSI tidak hanya menegaskan perannya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai pemimpin dalam inovasi keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru