Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga CPO Melesat, Penurunan Produksi Dorong Kenaikan Harga

119
×

Harga CPO Melesat, Penurunan Produksi Dorong Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
harga cpo melesat, penurunan produksi dorong kenaikan harga kompres
Harga CPO di Bursa Malaysia naik selama empat hari beruntun akibat penurunan produksi. Bagaimana prospek selanjutnya?

Harga CPO Menguat, Naik Selama Empat Hari Berturut-turut

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) terus mengalami kenaikan signifikan, mencatatkan tren positif selama empat hari berturut-turut.

Kenaikan harga ini dipicu oleh penurunan produksi minyak sawit, yang menjadi faktor utama dalam pergerakan harga komoditas ini.

Sponsor
Iklan

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada Senin (10/2/2025), kontrak berjangka CPO untuk Februari 2025 naik 47 Ringgit Malaysia menjadi 4.828 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak berjangka CPO Maret 2025 melonjak 88 Ringgit Malaysia ke level 4.689 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak untuk April 2025 juga mencatatkan kenaikan sebesar 89 Ringgit Malaysia, mencapai 4.593 Ringgit Malaysia per ton.

Kenaikan serupa juga terjadi pada kontrak Mei 2025 yang meningkat 96 Ringgit Malaysia menjadi 4.505 Ringgit Malaysia per ton.

Kenaikan harga juga terlihat pada kontrak berjangka CPO Juni dan Juli 2025. Harga CPO Juni naik 82 Ringgit Malaysia menjadi 4.408 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan Juli naik 70 Ringgit Malaysia ke level 4.331 Ringgit Malaysia per ton.


Penurunan Produksi Jadi Pemicu Utama

Menurut laporan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB), penurunan produksi minyak sawit di Malaysia menjadi faktor utama kenaikan harga CPO.

Penurunan ini mengakibatkan pasokan berkurang, mendorong harga untuk terus meningkat.

Data MPOB menunjukkan bahwa produksi minyak sawit Malaysia pada Januari 2025 turun 16,80% atau sebesar 249.864 ton menjadi 1,24 juta ton dari sebelumnya 1,49 juta ton pada Desember 2024.

Tidak hanya itu, ekspor minyak sawit Malaysia pada Januari 2025 juga mengalami penurunan sebesar 12,94%, turun menjadi 1,17 juta ton dibandingkan dengan 1,34 juta ton pada Desember 2024. Penurunan ekspor ini turut memengaruhi dinamika harga di pasar global.


Prediksi Pergerakan Harga CPO ke Depan

Pedagang minyak sawit David Ng mengungkapkan bahwa pasar ditutup lebih tinggi setelah laporan MPOB menunjukkan penurunan stok minyak sawit selama satu bulan terakhir.

Hal ini menjadi sinyal kuat bagi investor dan pelaku pasar mengenai tren harga CPO ke depan.

“Kami memperkirakan harga CPO berada di level support 4.500 Ringgit Malaysia per ton dan menghadapi resistance di 4.700 Ringgit Malaysia per ton,” ujar David Ng.

Dengan tren ini, pelaku industri dan investor di sektor minyak sawit perlu mencermati pergerakan harga serta faktor-faktor yang memengaruhi pasokan dan permintaan global.

Penurunan produksi yang terus berlanjut dapat menjaga harga CPO tetap berada dalam tren naik dalam waktu dekat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan