Pendiri dan Struktur Perusahaan
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) baru-baru ini mengumumkan pendirian anak usaha barunya, PT Arkora Energi Indonesia (AEI), sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan ekspansi ke sektor energi terbarukan.
Pendirian AEI resmi tercatat dalam Akta Pendirian Nomor 26 tanggal 18 Februari 2025. Perusahaan baru ini didirikan melalui dua anak perusahaan ARKO yang dimiliki 99% oleh induk, yakni PT Hydra Sulawesi (HS) dan PT Arjuna Hidro (AH).
Rincian Kepemilikan Saham
Dalam struktur kepemilikan AEI, total terdapat 2.500 saham dengan nilai total Rp2,5 miliar. PT Hydra Sulawesi menguasai 2.499 saham (99,96%), sedangkan PT Arjuna Hidro memiliki 1 saham (0,04%).
Langkah ini menegaskan dominasi ARKO dalam kepemilikan dan pengendalian anak usaha strategis yang akan mengoptimalkan portofolio energi terbarukan.
Rebranding Anak Usaha
Tidak hanya pendirian AEI, ARKO juga melakukan perubahan nama pada salah satu anak usahanya. PT Arkora Luwu Timur Mandiri kini resmi berganti nama menjadi PT Arkora Energi Merah Putih, sebagaimana dicatat dalam Akta Nomor 27 tanggal 18 Februari 2025.
Perubahan nama ini menggambarkan komitmen ARKO dalam memperkuat identitas dan penetrasi pasar di sektor energi terbarukan.
Kinerja dan Portofolio Energi Terbarukan
Kapasitas Terkontrak yang Mengesankan
Merujuk pada pemberitaan sebelumnya, Direktur Utama Arkora Hydro, Aldo Henry Artoko, mengungkapkan bahwa ARKO memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 42,8 Megawatt (MW).
Pencapaian ini ditopang oleh tiga pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) yang telah beroperasi secara komersial:
- PLTM Cikopo di Garut, Jawa Barat, dengan kapasitas 7,4 MW.
- PLTM Tomasa di Poso, Sulawesi Tengah, dengan kapasitas 10 MW.
- PLTM Yaentu di Poso, Sulawesi Tengah, yang mulai beroperasi secara komersial pada Oktober 2024 dengan kapasitas 10 MW.
Diversifikasi Produk Energi
Kombinasi pembangkit listrik yang beroperasi ini menunjukkan diversifikasi produk ARKO dalam sektor energi terbarukan.
Keberhasilan operasional tiga PLTM tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi ARKO untuk terus berinovasi dan mengembangkan proyek-proyek baru yang akan meningkatkan kontribusi energi bersih ke dalam portofolio perusahaan.
Proyek Pengembangan dan Target COD
Proyek Kukusan II di Lampung
ARKO sedang dalam tahap konstruksi dua proyek hydro power plant baru. Proyek pertama, Kukusan II, berlokasi di Lampung dengan kapasitas 5,4 MW.
Proyek ini telah mencapai progres konstruksi sebesar 50% per November 2024 dan ditargetkan untuk memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) pada kuartal III-2025.
Proyek Tomoni di Luwu Timur, Sulawesi Selatan
Proyek kedua, Tomoni, berkapasitas 10 MW, terletak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Progres konstruksi proyek Tomoni baru mencapai 12,2% per November 2024, dengan target COD yang ditetapkan pada kuartal III-2026.
Meskipun masih dalam tahap awal, proyek ini menunjukkan komitmen ARKO untuk terus mengembangkan kapasitas energi terbarukan dan menjawab kebutuhan pasar yang semakin meningkat.
Dukungan Strategis dari UNTR
Aliansi dengan PT United Tractors Tbk
ARKO merupakan emiten yang terafiliasi dengan PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui PT Energia Prima Nusantara.
UNTR, yang memegang 777,48 juta saham atau 26,55% saham ARKO, memberikan dukungan strategis dan modal yang signifikan bagi pengembangan proyek-proyek energi terbarukan.
Implikasi Dukungan Investor
Dukungan dari UNTR tidak hanya meningkatkan kapasitas finansial ARKO, tetapi juga memperkuat posisi pasar dan kredibilitas perusahaan di sektor energi terbarukan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi serta efisiensi operasional yang lebih tinggi, sekaligus membuka peluang investasi baru di masa depan.
Pendirian PT Arkora Energi Indonesia dan rebranding PT Arkora Luwu Timur Mandiri merupakan langkah strategis yang menegaskan komitmen ARKO dalam memperkuat portofolio energi terbarukan.
Dengan total kapasitas terkontrak mencapai 42,8 MW dan pengembangan dua proyek baru yang sedang berjalan, ARKO menunjukkan kesiapan untuk meningkatkan kontribusi terhadap penyediaan energi bersih di Indonesia.
Dukungan signifikan dari afiliasi UNTR semakin menambah kekuatan finansial dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Langkah-langkah ini tidak hanya memperluas cakupan bisnis ARKO, tetapi juga berperan penting dalam mewujudkan visi energi terbarukan yang berkelanjutan di era modern.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







