JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa kripto global kembali diguncang oleh insiden peretasan besar. Pada Jumat (21/2), platform pertukaran kripto Bybit mengalami serangan siber yang menyebabkan sekitar US$1,5 miliar token berbasis Ethereum lenyap.
Peretasan ini menjadi salah satu insiden pencurian terbesar dalam sejarah industri kripto, dan mengungkapkan kelemahan sistem keamanan yang selama ini dianggap kokoh.
Insiden Peretasan dan Dampaknya
Kronologi Kejadian
Serangan terjadi pada malam Jumat, ketika para peretas mengeksploitasi celah dalam sistem keamanan Bybit.
Menurut informasi dari CEO Bybit, Ben Zhou, penyerang berhasil mengambil alih satu-satunya dompet dingin (cold wallet) yang berisi Ethereum. Dompet dingin ini merupakan salah satu metode penyimpanan aset kripto yang dianggap aman karena tidak terhubung langsung ke internet.
Namun, celah dalam mekanisme transfer yang telah dijadwalkan memungkinkan para peretas mengalihkan semua token dari dompet tersebut ke alamat yang tidak diketahui.
Serangan ini berlangsung selama kurang lebih 10 jam, dan selama periode tersebut, Bybit menerima lebih dari 350 ribu permintaan withdraw dari nasabah.
Meskipun jumlah transaksi withdraw yang tinggi mengindikasikan kepanikan awal, pihak Bybit segera mengonfirmasi bahwa semua penarikan nasabah telah diproses dengan lancar dan sistem operasional telah kembali normal.
Dampak Langsung pada Nilai Ethereum
Insiden peretasan ini memberikan dampak langsung pada nilai Ethereum di pasar. Setelah pencurian terjadi, harga Ethereum tercatat turun sekitar 4% pada hari itu, sehingga mencapai US$2.641,41 per koin.
Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, mengingat Ethereum merupakan salah satu aset kripto utama yang mempengaruhi pasar global.
Penjelasan CEO Ben Zhou
Pengungkapan di Media Sosial
Dalam unggahan terbarunya di platform X, Ben Zhou menjelaskan secara singkat mekanisme peretasan yang terjadi. “Peretas mengambil alih dompet dingin ETH tertentu yang kami tandatangani dan mentransfer semua ETH di dompet dingin ke alamat yang tidak diketahui,” tulisnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa serangan tersebut terfokus pada dompet dingin khusus yang digunakan untuk menyimpan aset dalam bentuk Ethereum.
Jaminan Keamanan Aset Nasabah
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












