JAKARTA, BursaNusantara.com – Salah satu bursa kripto terkemuka, Bybit, mengalami peretasan besar pada Jumat malam yang mengakibatkan kerugian sebesar US$1,46 miliar (sekitar Rp23,8 triliun) dalam bentuk Ethereum (ETH).
Insiden ini dianggap sebagai salah satu pencurian terbesar dalam sejarah industri kripto dan mengungkapkan celah keamanan yang serius pada platform tersebut.
Ringkasan Insiden Peretasan
Pada malam Jumat, para peretas berhasil mengeksploitasi kelemahan dalam sistem keamanan Bybit dengan menyerang dompet dingin khusus untuk penyimpanan ETH.
Dalam sebuah unggahan di platform X, CEO Bybit, Ben Zhou, menjelaskan bahwa peretas mengambil alih dompet dingin yang telah diproteksi dengan sistem keamanan standar namun berhasil ditembus melalui teknik transaksi “musked”, metode canggih untuk mengecoh sistem pengamanan.
Menurut Zhou, serangan ini berlangsung selama beberapa jam dan menyebabkan aliran dana yang signifikan segera ditransfer ke berbagai dompet yang tidak dikenal, yang kemudian dicairkan melalui berbagai platform pertukaran.
Berdasarkan laporan penyelidikan awal, dari total 267 drone yang dilaporkan dalam serangan serupa oleh Rusia (dalam konteks yang berbeda), para peretas di Bybit berhasil mencuri token ETH dengan jumlah kerugian mencapai US$1,46 miliar. Meski demikian, pihak Bybit segera melakukan respons cepat dengan memproses seluruh penarikan nasabah secara normal.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi insiden besar, sistem likuiditas perusahaan tetap dapat mengamankan dana nasabah melalui jaminan 1:1.
Tindakan dan Respons CEO Bybit
Saran dari Pendiri Binance dan Dukungan Industri
Dalam respons terhadap peretasan ini, pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, segera turun tangan memberikan saran kepada CEO Bybit, Ben Zhou. CZ menyarankan untuk menghentikan sementara proses penarikan dana guna mencegah kerugian lebih lanjut serta melindungi aset nasabah.
Pendekatan ini mendapatkan sambutan positif dari sejumlah pemimpin kripto lainnya, termasuk pendiri Tron, Justin Sun, yang berjanji akan membantu melacak dana yang dicuri.
Identitas pelaku, yang diduga berasal dari Lazarus Group asal Korea Utara, juga telah diungkap oleh perusahaan analitik blockchain Arkham Intelligence berdasarkan bukti yang diberikan oleh penyidik blockchain, ZachXBT.
Langkah Perbaikan dan Pemulihan Sistem
Ben Zhou mengumumkan bahwa Bybit akan merilis laporan insiden lengkap dalam beberapa hari ke depan, termasuk pengukuran keamanan terbaru dan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Upaya ini mencakup penguatan protokol keamanan di dompet dingin dan peningkatan sistem verifikasi untuk penarikan dana, agar insiden serupa tidak terulang.
Langkah-langkah perbaikan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor dan meningkatkan stabilitas platform dalam jangka panjang.
Dampak Peretasan terhadap Harga Ethereum dan Pasar Kripto
Volatilitas Harga dan Reaksi Investor
Peretasan Bybit menyebabkan harga Ethereum turun sekitar 3,66% dalam 24 jam terakhir. Sebelum serangan, ETH diperdagangkan di kisaran US$2.741,59, namun turun menjadi sekitar US$2.653 setelah insiden tersebut. Penurunan harga ini mencerminkan dampak langsung dari ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pencurian aset besar-besaran.
Pasar kripto merespons dengan aksi jual yang signifikan, meskipun beberapa analis optimis bahwa harga ETH akan kembali stabil seiring dengan pemulihan sistem keamanan di Bybit.
Pengaruh Terhadap Industri dan Rekomendasi Keamanan
Para pakar keamanan menganggap insiden ini sebagai peringatan keras bagi seluruh industri kripto. Kegagalan dalam menjaga keamanan aset digital menuntut peningkatan investasi dalam protokol keamanan canggih dan audit berkala.
Oleh karena itu, komunitas kripto mendesak agar setiap bursa meningkatkan verifikasi penarikan, menggunakan dompet perangkat keras (hardware wallet), dan mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) untuk perlindungan ekstra. Langkah-langkah tersebut dianggap penting untuk menurunkan risiko serangan siber dan menjaga stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.
Implikasi Jangka Panjang dan Harapan Industri
Prospek Perbaikan Sistem dan Keamanan Digital
Meskipun kerugian sebesar US$1,46 miliar merupakan angka yang besar, respon cepat dari Bybit dan dukungan dari pemimpin industri seperti CZ dan Justin Sun menunjukkan bahwa industri kripto dapat bangkit kembali.
Dengan penguatan sistem keamanan dan peningkatan protokol verifikasi, diharapkan insiden serupa tidak akan terulang dan pasar kripto dapat kembali stabil.
Pengalaman ini juga mendorong seluruh bursa untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem keamanan mereka, sehingga inovasi dalam keamanan digital menjadi prioritas utama di masa depan.
Dampak terhadap Kepercayaan Investor
Insiden peretasan besar ini tentu mempengaruhi kepercayaan investor. Namun, jika langkah perbaikan yang dijalankan berjalan efektif, hal tersebut dapat meningkatkan kembali kepercayaan investor terhadap platform perdagangan aset digital.
Dalam jangka panjang, transparansi dan audit keamanan yang lebih sering akan menjadi kunci untuk membangun kembali reputasi pasar kripto.
Investor diharapkan dapat melihat bahwa meskipun ada tantangan, industri kripto tetap memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dengan inovasi teknologi yang terus berkembang.
Peretasan besar di Bybit yang mengakibatkan kerugian US$1,46 miliar dalam bentuk Ethereum mengungkapkan celah keamanan serius yang harus segera ditangani.
Dengan respons cepat dari CEO Ben Zhou, dukungan dari pendiri Binance CZ, dan upaya penguatan sistem keamanan, insiden ini menjadi momentum penting bagi seluruh industri kripto untuk meningkatkan perlindungan aset digital.
BursaNusantara.com akan terus menyajikan informasi dan analisis terkini agar para pembaca mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai dinamika pasar kripto dan perkembangan upaya keamanan di era digital.












